Sunday, 10 April 2011

Inilah Kabar Jejaring Indonesia Calon Pengganti Facebook



Kehadiran jejaring sosial yang masih tergolong baru buatan anak bangsa Indonesia, tentu kita akan mendapat suguhan kembali dari sebuah karya anak bangsa yang terus berproses dalam membangun jejaring Indonesia yang progress dan dapat dinikmati masyarakat maya dengan baik. Semua di butuhkan strategi yang tepat dalam menganalisa tentang jejaring sosial dan mampu mewujudkan jejaring Indonesia yang dapat berbicara banyak di kancah Internasional.

Mendengar sebuah kabar yang baik di saat masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dunia maya, bahkan dari desa maupun perkotaan sudah menggunakannya, tetapi kalau hanya sebagai konsumen terbesar tentunya akan menjadi ironis, sebab sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya hanya sebagai obyek belaka, tetapi mampu berperan aktif juga sebagai subyek perubahan.

Lahirnya jejaring sosial buatan Indonesia merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, walau tentunya masih banyak kekurangan apabila dibanding sekelas facebook, twitter dan sejenisnya yang sudah punya nama besar di kancah dunia maya, tetapi hadirnya beberapa jejaring sosial Indonesia paling tidak mampu memberi warna dan mampu menunjukkan bahwa anak bangsa juga dapat membuat jejaring sosial walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini. Hadirnya jejaring sosial Kiber merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang saat ini makin marak saja, tetapi team kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan fitur maupun aplikasi didalamnya, sehingga saat ini terus berupaya membangun secara maksimal, agar kedepannya dapat lebih baik.

Keberadaan Jejaring sosial Kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan buatan anak bangsa yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan karya sebaik mungkin.

Tulisan singkat ini kami tutup dengan ucapan terima kasih banyak yang sudah bergabung di jejaring sosial buatan Indonesia.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Inilah Kabar Jejaring Indonesia Calon Pengganti Facebook



Kehadiran jejaring sosial yang masih tergolong baru buatan anak bangsa Indonesia, tentu kita akan mendapat suguhan kembali dari sebuah karya anak bangsa yang terus berproses dalam membangun jejaring Indonesia yang progress dan dapat dinikmati masyarakat maya dengan baik. Semua di butuhkan strategi yang tepat dalam menganalisa tentang jejaring sosial dan mampu mewujudkan jejaring Indonesia yang dapat berbicara banyak di kancah Internasional.

Mendengar sebuah kabar yang baik di saat masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dunia maya, bahkan dari desa maupun perkotaan sudah menggunakannya, tetapi kalau hanya sebagai konsumen terbesar tentunya akan menjadi ironis, sebab sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya hanya sebagai obyek belaka, tetapi mampu berperan aktif juga sebagai subyek perubahan.

Lahirnya jejaring sosial buatan Indonesia merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, walau tentunya masih banyak kekurangan apabila dibanding sekelas facebook, twitter dan sejenisnya yang sudah punya nama besar di kancah dunia maya, tetapi hadirnya beberapa jejaring sosial Indonesia paling tidak mampu memberi warna dan mampu menunjukkan bahwa anak bangsa juga dapat membuat jejaring sosial walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini. Hadirnya jejaring sosial Kiber merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang saat ini makin marak saja, tetapi team kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan fitur maupun aplikasi didalamnya, sehingga saat ini terus berupaya membangun secara maksimal, agar kedepannya dapat lebih baik.

Keberadaan Jejaring sosial Kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan buatan anak bangsa yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan karya sebaik mungkin.

Tulisan singkat ini kami tutup dengan ucapan terima kasih banyak yang sudah bergabung di jejaring sosial buatan Indonesia.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Indonesia dan Malaysia Pernah Berdiri di Bawah Satu Bendera



Siapa sangka ternyata bangsa kita pernah menjadi kekuatan yang di segani tidak hanya di tingkat asia, bahkan bangsa di dunia mengakui kebesaran bangsa kita di kala masih dalam satu bendera nusantara, tentu argumen di atas merupakan suatu data sejarah besar bangsa nusantara yang punya nilai historis tinggi dalam kemajuan peradaban di asia tenggara pada waktu zaman dahulu kala.

Bangsa Malaysia dan Indonesia pernah berdiri dalam satu naungan nusantara, sehingga jangan heran apabila kedua bangsa ini punya kemiripan dalam bidang budaya, sosial, bahkan politik, karena kita dahulu pernah menjadi saudara sebangsa setanah air di bawah naungan bangsa nusantara.

Sejarah bangsa Indonesia dan Malaysia pernah menjadi kekuatan sejarah besar bangsa nusantara, kejadian di kala itu merupakan tonggak kebangkitan asia tenggara dalam melakukan sebuah rekonstruksi pembangunan di segala bidang, dan pada waktu itu merupakan zaman keemasan yang punya nilai historis yang begitu besar dalam sebuah sejarah perjalanan bangsa nusantara.

Ketika itu maha patih Gajah Mada merupakan salah satu pemimpin bangsa nusantara dalam membangun sebuah kekuatan negara yang di segani di alam raya, dari situ kita dapat mengambil pelajaran tentang sejarah Malaysia dan Indonesia ternyata pernah berdiri di bawah bendera nusantara.

Berangkat dari tulisan diatas merupakan catatan sebuah sejarah besar yang perlu kita ingat kembali bahwa ternyata pendahulu kita sudah punya sejarah besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar generasi muda kedua bangsa ini tahu bahwa ternyata kita pernah berdiri di bawah satu naungan nusantara.

Kita sering mendengar kata satu tanah, air dan udara di situlah kita berpijak, dari situlah kita teringat tentang sejarah besar bangsa nusantara di bawah kekuatan kebersamaan dalam mencapai suatu kesadaran nasionalis di asia tenggara, bahkan keberadaan bangsa nusantara sampai saat ini masih melegenda di telinga jutaan umat manusia.

Peristiwa itu merupakan sejarah sebuah bangsa besar yang bersatu di bawah satu bendera nusantara, dan kita juga mengenal sejarah pemersatu bangsa nusantara adalah; maha patih Gajah Mada yang kita kenal dengan peristiwa besar yang di abadikan melalui sumpah palapa, inilah nilai luhur yang di wariskan anak negeri untuk selalu di catat dalam benak bahwa bangsa kita dan Malasya pernah menyatu di bawah naungan bendera nusantara.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).......... .

Indonesia dan Malaysia Pernah Berdiri di Bawah Satu Bendera



Siapa sangka ternyata bangsa kita pernah menjadi kekuatan yang di segani tidak hanya di tingkat asia, bahkan bangsa di dunia mengakui kebesaran bangsa kita di kala masih dalam satu bendera nusantara, tentu argumen di atas merupakan suatu data sejarah besar bangsa nusantara yang punya nilai historis tinggi dalam kemajuan peradaban di asia tenggara pada waktu zaman dahulu kala.

Bangsa Malaysia dan Indonesia pernah berdiri dalam satu naungan nusantara, sehingga jangan heran apabila kedua bangsa ini punya kemiripan dalam bidang budaya, sosial, bahkan politik, karena kita dahulu pernah menjadi saudara sebangsa setanah air di bawah naungan bangsa nusantara.

Sejarah bangsa Indonesia dan Malaysia pernah menjadi kekuatan sejarah besar bangsa nusantara, kejadian di kala itu merupakan tonggak kebangkitan asia tenggara dalam melakukan sebuah rekonstruksi pembangunan di segala bidang, dan pada waktu itu merupakan zaman keemasan yang punya nilai historis yang begitu besar dalam sebuah sejarah perjalanan bangsa nusantara.

Ketika itu maha patih Gajah Mada merupakan salah satu pemimpin bangsa nusantara dalam membangun sebuah kekuatan negara yang di segani di alam raya, dari situ kita dapat mengambil pelajaran tentang sejarah Malaysia dan Indonesia ternyata pernah berdiri di bawah bendera nusantara.

Berangkat dari tulisan diatas merupakan catatan sebuah sejarah besar yang perlu kita ingat kembali bahwa ternyata pendahulu kita sudah punya sejarah besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar generasi muda kedua bangsa ini tahu bahwa ternyata kita pernah berdiri di bawah satu naungan nusantara.

Kita sering mendengar kata satu tanah, air dan udara di situlah kita berpijak, dari situlah kita teringat tentang sejarah besar bangsa nusantara di bawah kekuatan kebersamaan dalam mencapai suatu kesadaran nasionalis di asia tenggara, bahkan keberadaan bangsa nusantara sampai saat ini masih melegenda di telinga jutaan umat manusia.

Peristiwa itu merupakan sejarah sebuah bangsa besar yang bersatu di bawah satu bendera nusantara, dan kita juga mengenal sejarah pemersatu bangsa nusantara adalah; maha patih Gajah Mada yang kita kenal dengan peristiwa besar yang di abadikan melalui sumpah palapa, inilah nilai luhur yang di wariskan anak negeri untuk selalu di catat dalam benak bahwa bangsa kita dan Malasya pernah menyatu di bawah naungan bendera nusantara.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).......... .

Inilah Ramalan 3 Negara Menyatu di Tahun 2030 dalam Satu Pulau

Sebelum membaca ramalan tentang tiga negara menyatu di tahun 2030 dalam satu pulau, terlebih dahulu para pembaca saya ajak untuk menghela nafas yang panjang, agar pikiran dan jiwa kita selalu dalam keadaan sehat dalam membaca Huruf-perhuruf yang sebentar lagi ada di hadapan anda.

Melihat kemajuan zaman yang kian terus melaju dengan cepat, banyak perkembangan yang tak terduga begitu saja, sehingga memunculkan beragam persoalan kehidupan manusia yang kian terbantu dengan adanya kemajuan yang di capai zaman saat ini.

Keberadaan kawasan asia tenggara dalam peta politis maupun ekonomis sangat menentukan dalam menyambut kemajuan zaman, sehingga tiga negara tersebut, yaitu; Indonesia, Singapura, dan Malaysia di perlukan strategi penyatuan pulau, agar terjadi kemudahan dalam transportasi dan mempermudah hubungan di segala aspek ketiga negara tersebut, agar tidak lagi terkendala permasalahan wilayah yang terpisah lautan yang ada saat ini.

Dengan penyatuan antar pulau ketiga negara ini di harapkan mampu mendongkrak di berbagai aspek kehidupan masyarakat di kawasan asia tenggara, agar lebih mampu progress dan dapat mencapai kesejahteraan di segala bidang.

Penyatuan Pulau di tiga negara ini, di mulai dari Jawa-Sumatra, lalu Sumatra-Singapura, dan Singapura-Malaysia, dan apabila ketiga negara ini sudah menyatu dalam satu pulau, maka kita dapat melihat sebuah kemajuan besar di kawasan asia tenggara. Dalam artian dulu ketiga negara ini terpisah lautan yang terbentang luas, namun sebentar lagi diramalkan pada tahun 2030 akan menyatu dalam satu pulau.

Ramalan ini tentu tidak serta merta datang dan pergi begitu saja, namun apabila ketiga negara ini punya kemauan keras dalam menumbuhkan sebuah kesadaran tentang makna kemajuan, maka tidak menutup kemungkinan di tahun 2030 Benar-benar akan terjadi penyatuan pulau di 3 negara besar yang terletak di kawasan asia tenggara.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........