Friday, 10 July 2015

Mengembalikan Wahyu Ilahi Vs Kembali Kepada Mushaf Al-Qur'an


By: Khoirul Taqwim

Ketika umat muslim menghadapi beragam permasalahan tentang realitas kehidupan yang dialaminya, ternyata tidak sedikit yang berupaya mencari permasalahan yang dialaminya dengan pondasi ajaran agama Islam. Sehingga menimbulkan beragam tafsir yang tidak sedikit pula tafsir yang muncul hanya sebatas tafsir kepentingan belaka, tanpa melihat kebenaran yang haqiqi. Maka untuk itulah dibutuhkan analisa mengenai pemecahan umat Islam dengan bersumber wahyu Ilahi.

Banyak tokoh umat Islam terutama golongan modern yang berupaya disetiap melihat permasalahan kehidupan mereka berupaya kembali kepada Mushaf Al-Qur'an, padahal ketika kembali kepada mushaf Al-Qur'an kalau tidak dengan hati-hati dan teliti akan terjadi percampuran makna antara mushaf Al-Qur;an dengan realitas kehidupan. Sehingga permasalan yang seyogyanya tidak ada didalam mushaf Al-Qur'an, tetapi dikatakan ini ada didalam mushaf AlQur'an, padahal sudah seharusnya dikatakan ini hanya sebatas tafsir dari mushaf Al-Qur'an, tetapi bukan malah mengatakan permasalahan ini berkaitan dengan Mushaf Al-Qur'an, padahal tidak ada kaitannya sama sekali antara permasalahan yang dialami seseorang dengan keberadaan mushaf Al-Qur'an.

Gagasan kembali kepada mushaf Al-Qur'an tidak jarang menemukan kejangkalan, bagaimana tidak? Mushaf Al-Qur'an yang tidak membicarakan secara detail permasalahan, tetapi seolah-olah mushaf Al-Qur'an berbicara secara detail, hingga keterm-term kecil. Sehingga menimbulkan kerancuan didalam beragama Islam disebabkan munculnya berbagai tafsir dan pemahaman yang disebabkan kembali kepada mushaf Al-Qur'an.

Dengan kembali kepada mushaf Al-Qur'an kalau sebatas hanya dijadikan alat pembenaran diri didalam beragama, tentunya akan menghasilkan sebuah politisasi didalam menjalankan keagamaan. Maka untuk itulah kembali kepada mushaf Al-Qur'an hanya menambah multi tafsir yang menjadikan perbedaan semakin ditonjolkan, Sehingga yang terjadi tafsir antara satu dengan yang lainnya mengalami perbedaan, dan akhirnya yang teerjadi tindakan destruktif antara kepentingan yang satu dengan kepentingan yang lainnya.

Sedangkan mengembalikan wahyu Ilahi merupakan sebuah wujud kepasrahan diri, bahwa Al-Qur'an itu wahyu Ilahi. Sehingga dibutuhkan pemahaman membedakan antara wahyu Ilahi dengan mushaf Al-Qur'an, begitu juga perbedaan antara mushaf Al-Qur'an dengan tafsir Al-Qur'an. Mengingat ketiga hal ini kalau tidak berhati-hati akan terjadi percampuradukan, padahal jelas berbeda antara Wahyu Ilahi dengan mushaf Al-Qur'an, dan begitu juga keduanya berbeda dengan tafsir Al-Qur'an.

Dengan mengembalikan wahyu Ilahi kita dituntut dapat membedakan antara wahyu Al-Qur'an dengan mushaf Al-Qur'an. Sehingga kita dapat menganalisa secara jernih dalam berupaya menjelaskan ajaran agama Islam secara benar dan tepat sasaran. 

Semoga Allah SWT memberikan kecerdasan buat diri dan semuanya, Amin.............

68. Longdres Abstrak Baru Tanpa Lengan @ Rp. 35.000


Harga promo  Longdres Abstrak Baru Tanpa Lengan dengan harga obral murah perbiji Rp. 50.000. Sedangkan bagi yang mau beli 10 biji dengan harga promo Rp. 35.000 perbiji. Dan bagi yg berminat bisa menghubungi nomor telepon 085-647-217-538, Pin BBM 7d2a8bc2.

69. Kebaya Putung @Rp. 30.000


Harga promo Kebaya Putung dengan harga obral murah perbiji Rp. 45.000. Sedangkan bagi yang mau beli 10 biji dengan harga promo Rp. 30.000 perbiji. Dan bagi yg berminat bisa menghubungi nomor telepon 085-647-217-538, Pin BBM 7d2a8bc2.

Cara Kaya Muda Dengan Mencontoh Keteladanan Nabi Muhammad SAW


By: Khoirul Taqwim

Islam mengajarkan umat manusia kaya muda dengan jalan kebaikan, bukan dengan jalan yang penuh kemaksiatan, apalagi kaya muda dengan cara menipu orang lain, untuk itulah Islam mengajarkan berbagai macam cara umat manusia dalam melakukan berbagai aktivitas kerja yang halal dan mengambil rezeki dengan jalan syari'ah.

Agama Islam sangat menekankan umat Islam dalam mencari rezeki dengan cara yang sesuai dengan tuntunan firman dan sabda. Sehingga dalam memperoleh rezeki umat manusia dapat mencontoh dari keteladanan Nabi Muhammad SAW, tentunya dengan jalan yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW dimasa muda saat mencari rezeki dengan cara berdagang diberbagai daerah maupun diberbagai negeri, dan  melalui sikap  kejujuran dan ketelitian Nabi Muhammad SAW berhasil sebagai pengusaha muda yang sungguh luar biasa kemahirannya dalam berdagang pada masanya.

Umat Islam yang ingin mencari rezeki dapat mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW yang berhasil berdagang dan menempatkan dirinya sebagai pedagang yang sukses dimasanya. Sehingga Nabi Muhammad SAW dimasa mudanya dapat dikatakan sebagai pemuda yang kaya raya dengan cara berdagang. Maka untuk itulah umat Islam apabila ingin kaya raya dimasa mudanya dapat mecontoh konsep berdagang Nabi Muhammad SAW, supaya sukses sebagai pedagang dan pengusaha muda dimasa saat ini.

Berdagang merupakan salah satu contoh kecil cara kaya dimasa muda menurut agama Islam dengan mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam melakukan berbagai aktivitas perdagangan.

Islam Agama Terbesar di Dunia


By: Khoirul Taqwim

Islam agama keyakinan umat manusia dengan penganut bermilyar-milyar penganutnya, untuk itulah Islam menjadi agama ynng terbesar di dunia dengan jumlah yang luar biasa besarnya. Islam menjadi agama yang paling disukai umatnya, berkat agama Islam tak sedikit umat manusia yang tenggelam dalam kesesatan menjadi terang benderang berkat masuk agama Islam sebagai agama yang penuh rahmat diseluruh alam semesta.

Dengan agama Islam begitu banyak umat manusia yang dicerahkan dengan ajarannya. Sehingga Islam merupakan agama yang sangat luar biasa dalam menggerakkan umat manusia menuju kebaikan dan kebenaran.

Kedahsyatan agama Islam menjadi ajaran yang mencerminkan kebaikan yang sungguh menakjubkan. Oleh karena itulah Islam sebagai sumber keyakinan umat manusia, untuk menjadi umat manusia yang lebih baik dalam mengarungi realitas kehidupan masyarakat saat ini.

Tak sedikit umat manuia menjadi terang benderang saat masuk agama Islam. Mengingat Islam agama yang baik dan cerdas dalam memuliakan umat mausia yang tak pandang kaya maupun miskin di dalam ajaran agama Islam. Karena ukuran kemuliaan bukan dari kaya atau miskin seseorang, tetapi ukurannya ketaqwaan dan keimanan seseorang tersebut.

Umat manusia dengan beragama Islam mendapatkan pencerahan dengan berjuta-juta kebaikan. Mengingat agama Islam selalu mengajarkan tentang kebaikan, baik kebaikan dengan sesama mupun kebaikan dengan yang lain. Maka untuk itulah Islam menjadi agama terbesar dan luar biasa ditengah-tengah realitas kehidupan masyarakat secara universal.