Sunday, 1 April 2012

Waspada, Kekuatan Politik Pencitraan


Kekuatan politik pencitraan sudah menjadi trend baru dalam memenangkan sebuah kursi singgasana kekuasaan. Mengingat pencitraan merupakan senjata ampuh dalam mengambil sebuah strategi keberhasilan, tentu dengan tujuan supaya tebar pesona dengan alat pencitraan mampu menyedot perhatian masyarakat secara positif. Walaupun di saat masyarakat sibuk dengan ekonomi yang semakin mencekik leher, ternyata para politisi dengan mengagungkan pencitraan terus melakukan tebar pesona atas nama masyarakat kecil.

Memang harus di akui, bahwa politik pencitraan telah mampu menghipnotis di tengah-tengah kehidupan masyarakat, bagaimana tidak? Politik pencitraan mampu menyuguhkan sesuatu yang di anggap masyarakat dengan Nilai-nilai positif, padahal semua hanya sebatas sandiwara dalam panggung politis. Nah! berangkat dari situlah masyarakat kedepan harus lebih cerdas dalam membedakan antara politik pencitraan dengan politik murni demi tercapai sebuah kemaslahatan masyarakat secara luas.

Kekuatan politik pencitraan memang telah mampu membius sebagian besar kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Karena Seseorang dengan ilmu pencitraan mampu menyuguhkan sebuah seni politis keindahan, tentu sebagian masyarakat menganggap, bahwa Seseorang dengan memainkan pencitraan mampu menjadi pemimpin sebuah bangsa, padahal semua itu hanya sandiwara politik dari sebagian elite pemimpin negeri dalam melakukan aksi sebuah pencitraan.

Dengan seiring waktu tentang ilmu pencitraan, masyarakat mulai cerdas membedakan mana politik pencitraan dan mana politik konstruktif? Nah! kedua politik ini punya citra tersendiri dalam kehidupan masyarakat, walau kedua politik ini punya kesamaan. Mengingat pencitraan begitu pandai bersandiwara dalam kehidupan masyarakat, bahkan sepandai-pandainya masyarakat, ternyata tipuan politik pencitraan terkadang masih ampuh di gunakan dalam membius sebagian besar masyarakat bangsa Indonesia.

Dunia politik memang penuh intrik dan tipu daya, Sehingga di kala menghadapi politik di perlukan kejernihan berpikir dan menerawang lebih jauh kedepan, agar tidak sebatas politik jangka pendek, apalagi hanya sesaat dalam mengambil sebuah sikap yang lebih jauh lagi. Semua tak lepas dari strategi yang cerdas dalam menghadapi beragam politik di dalam negeri maupun luar negeri.

Keberadaan politik pencitraan di Indonesia masih di gunakan sebagian elite politik, tentu dengan tujuan mendapatkan simpatik masyarakat luas, seperti tidur di rumah orang miskin, naik kereta KRL dan masih banyak lagi politik pencitraan lainnya. Nah! kalau masyarakat tidak waspada dengan tebar pesona dari para elite pencitraaan, sudah di pastikan masyarakat akan tertipu dari model politikus tersebut.

Indonesia sebagai gudang politik pencitraan. Mengingat banyak pemimpin dari daerah sampai ujung pusat berhasil menuju singgasana tahta kekuasaan, ternyata tak lepas dari politik pencitraan yang telah di suguhkan dengan apik dan rapi dalam kehidupan masyarakat. Nah! Mulai hari ini kita di tuntut untuk jeli dalam menyikapi maupun membedakan antara politik pencitraan dengan poliik yang membawa kemaslahatan umat Indonesia. Sungguh, Allah maha penyayang segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.....

Saturday, 31 March 2012

Suara Mahasiswa Masih Menakutkan Bagi Sang Penguasa


Keberhasilan Mahasiswa dalam memukul mundur kenaikan BBM perlu mendapatkan apresiasi positif dari segenap tumpah darah masyarakat bangsa Indonesia. Mengingat perjuangan melawan kebijakan sang penguasa, bukanlah tindakan yang mudah, apalagi sang penguasa di kawal dengan persenjataan lengkap dalam melakukan penjagaan dari sebuah aksi Mahasiswa. Bahkan Mahasiswa tak jarang mendapatkan perlakuan yang jauh dari nilai kemanusiaan pada saat melakukan aksi perjuangan, sungguh ironis di saat aparat dengan senjata lengkap menembak Mahasiswa tanpa belas kasihan sedikitpun, tetapi memang harus di akui sebuah perjuangan butuh pengorbanan dan keberanian.

Kemerdekaan bangsa Indonesia di kala itu tak lepas dari semangat para Mahasiswa dalam melawan penjajahan. Sehingga sudah selayaknya Mahasiswa saat ini di tuntut tidak sebatas belajar rumus dalam ruang materi kuliah, apalagi melakukan tindak apatis terhadap lingkungan sosialnya, tetapi seorang Mahasiswa di tuntut harus kritis dan berani dalam mengambil sebuah langkah perjuangan dalam membela masyarakat miskin Indonesia, tentu di saat kebijakan sang penguasa sudah tidak berpihak lagi kepada masyarakat kecil.

Menaikkan harga BBM, berarti sang penguasa ingin mengambil kekayaan masyarakat kecil atas nama kepentingan negara, padahal negara di bentuk untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau BBM di naikkan dalam kehidupan bernegara, sudah pasti masyarakat Indonesia semakin termiskinkan dengan kondisi tersebut.

Sang penguasa terus membangun berbagai dalih, untuk menaikkan harga BBM dengan tujuan, agar supaya masyarakat bisa menerima kebijakan sang penguasa, padahal kebijakan menaikkan harga BBM merupakan tindakan yang sangat merugikan bagi masyarakat miskin Indonesia. Sehingga wajar, apabila para Mahasiswa Indonesia menolak kebijakan sang penguasa atas kebijakan rencana menaikkan harga BBM.

Politik BBM memang sudah menjadi bola liar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat. Sehingga di kala sang penguasa menaikkan harga BBM, berarti sang penguasa telah melakukan tindakan destruktif terhadap masyarakat bangsa Indonesia.

Keberanian Mahasiswa dalam melawan kebijakan sang penguasa perlu kita hargai bersama. Karena sejarah sudah mencatat, bahwa suara Mahasiswa sebelum kemerdekaan Indonesia selalu menjadi corong perlawanan terhadap kebijakan sang penguasa yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Bahkan sampai hari ini para Mahasiswa masih mampu menunjukkan sebagai simbol perubahan menuju perbaikan lebih baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sungguh, Allah maha tahu segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
....

Friday, 30 March 2012

BBM Naik, Indonesia Memanas


Tragedi berdarah dari ujung Sabang sampai Merauke telah tiba, di kala jutaan bayi tangis semakin kencang bersuara lantang, suara ledakan di berbagai penjuru tempat tak pernah membuat surut sebuah bentuk perjuangan. Lalu terlihat darah suci mengalir di antara barisan pejuang dalam mengawal sebuah kemerdekaan sejati. Inilah hari bersejarah telah tiba, kan tercatat dalam segenap sanubari seluruh masyarakat di seluruh nusantara Indonesia.

Kenaikan BBM telah mengurangi kenikmatan masyarakat kecil dalam menghirup udara kehidupan, namun semua akan di renggut oleh pengelola negara dengan menaikkan harga BBM, tentu ini situasi yang sudah semestinya tidak terjadi. Sebab, apabila pemerintah nekat menaikkan harga BBM, tidak menutup-kemungkinan akan terjadi tindakan terburuk di Indonesia dalam sepanjang sejarah zaman.

Keberadaan BBM dalam kehidupan sangat urgen bagi kepentingan masyarakat. Mengingat BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat luas. Sehingga kalau BBM di paksa menuju arah kenaikan, kemungkinan besar masyarakat secara luas akan memperoleh dampak buruk dari kebijakan pemerintah.

Solusi kenaikan BBM merupakan kebijakan yang harus di hitung secara matang. Karena BBM sudah menjadi ruh kehidupan masyarakat secara luas, kalau sampai BBM naik tidak di pungkiri akan terjadi kenaikan harga lainnya, tentu kondisi ini kalau di biarkan akan menambah sulit masyarakat kecil.

Kenaikan BBM telah memicu tragedi berdarah di berbagai penjuru kota dan daerah, tentu peristiwa ini telah menambah kekacauan dalam Sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau ini terus berlanjut dari hari kehari, berarti bangsa Indonesia telah mengalami regresi dalam membangun sebuah bangsa yang kuat dan beradab.

Indonesia memanas di karenakan pengelola negara merencanakan menaikkan harga BBM, tentu pengelola negara harus mengambil kebijakan yang arif dan bijaksana dalam mengatasi kebijakan tersebut. Karena kebijakan dengan menaikkan harga BBM akan menambah daftar panjang kemiskinan anak bangsa Indonesia. Sungguh, Allah maha bijaksana segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Thursday, 29 March 2012

Kenaikan BBM Mengancam Ribuan Pelajar Putus Sekolah



Pengelola negara dengan berbagai argumen membangun sebuah wacana tentang kenaikan BBM, agar kenaikan BBM mendapatkan restu dari segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia. Sehingga pengelola negara tidak Henti-hentinya melakukan sebuah bangunan argumen, bahwa subsidi BBM salah sasaran, bahkan BBM hanya di nikmati golongan orang kaya, tentu dengan tujuan kenaikan BBM yang di usulkan dari pengelola negara dapat di setujui oleh semua pihak dan lapisan masyarakat.

Dampak buruk kenaikan BBM tidak dapat di hindarkan dalam kehidupan. Mengingat BBM sudah menjadi barang primer, sehingga pemerintah sebagai pengelola negara sudah semestinya berpikir ulang dalam menaikkan harga BBM, agar di kemudian hari atas kebijakan dengan menaikkan harga BBM, bukan malah menjadi bumerang dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Kenaikan BBM di anggap solusi yang tepat oleh pengelola negara. Karena dengan menaikkan BBM dapat di jadikan sebagai penyeimbang keberadaan ekonomi negara yang saat ini sedang mengalami krisis keuangan. Sehingga dengan kenaikan harga BBM dapat memicu kestabilan ekonomi negara, tetapi di sisi lain dengan menaikkan harga BBM dapat memicu kebangkrutan masyarakat. Bahkan masyarakat dapat termiskinkan dengan adanya kenaikan harga BBM. Mengingat BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat. Sehingga kebijakan dengan menaikkan harga BBM harus di lihat secara jeli, agar dapat mencapai keberhasilan yang tepat dan lebih mengarah tepat sasaran.

Sebenarnya, penyebab utama kenaikan BBM di karenakan uang negara mengalami kebocoran, di sebabkan penyimpangan uang negara yang semakin merajalela di tubuh pengelola negara. Sehingga dengan menutup kebocoran uang negara. Maka menaikkan harga BBM di jadikan jalan yang tepat dalam menyelesaikan kebocoran uang negara tersebut.

Keberadaan BBM sudah begitu melekat dalam kehidupan masyarakat. Sehingga, apabila dengan menaikkan harga BBM sudah menjadi jalan pengelola negara dalam menyelesaikan permasalahan kebocoran, tentu kalau tidak di sikapi dengan kebijakan yang tepat dari pengelola negara, kenaikan BBM bukan malah menjadi solusi negara, tetapi malah menjadi bumerang dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kenaikan BBM dapat mengancam ribuan pelajar putus sekolah. Sehingga pemerintah harus mencermati dengan bijaksana dalam melangkah menuju menaikkan harga BBM. Karena, apabila dalam menaikkan BBM salah mengantisipasi, kemungkinan besar kemiskinan masyarakat Indonesia semakin merajalela, tentu kemiskinan semakin bertambah dan di pastikan ribuan pelajar tidak dapat menikmati bangku sekolah di karenakan kemiskinan mayarakat yang semakin parah.

Dengan kemiskinan bertambah dalam kehidupan masyarakat, berarti ribuan pelajar di nusantara Indonesia terancam putus sekolah. Sehingga pemerintah harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan tentang kenaikan harga BBM. Mengingat kenaikan harga BBM akan menambah daftar panjang kemiskinan masyarakat bangsa Indonesia. Sungguh, Allah maha bijaksana segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Thursday, 22 March 2012

Jejaring Kiber Menolak UN (Ujian Nasional)

Penyeragaman "materi pelajaran" sangat tidak di benarkan dalam membangun dunia pendidikan di nusantara Indonesia. Mengingat setiap pelajar mempunyai kemampuan tersendiri dalam persoalan materi pelajaran. Sehingga kalau model UN tetap di paksakan dalam dunia pendidikan Indonesia, berarti telah membunuh mata pelajaran tertentu, tanpa melihat materi pelajaran yang lain secara arif dan bijaksana.

Keberadaan UN di anggap gagal dalam membangun dunia pendidikan. Karena UN sangat tidak tepat berdasarkan karakter masyarakat bangsa Indonesia yang penuh keberagaman. Sehingga keberadaan UN sangat tidak sesuai dengan watak dari Bhinneka Tunggal Ika.

Mengkaji ulang UN dalam dunia pendidikan sangat di butuhkan dalam menyongsong di era kemajuan, agar pendidikan di Indonesia tidak sebatas melihat dari sisi sebagian materi pelajaran, tetapi harus di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara luas.

Kebaradaan UN telah menjadi prasyarat kelulusan di jenjang pendidikan dasar sampai menengah, tentu kondisi ini sangat menyalahi prosedur tentang Nilai-nilai kemanusiaan. Mengingat bangsa Indonesia tidak cukup hanya semacam materi UN dalam mengangkat harkat martabat bangsa, tetapi permasalahan bangsa Indonesia begitu kompleks, tentu dalam menyelesaikan juga butuh kemampuan secara kompleks, tidak hanya sebatas segelintir materi pelajaran dan menegasikan materi pelajaran yang lain.

Kekacauan bangsa Indonesia saat ini di sebabkan permasalahan degradasi moral. Sehingga menghasilkan ketidak-percayaan masyarakat terhadap pemimpin bangsa Indonesia, kalau ketidak-percayaan ini terus mewabah dari masyarakat atas sampai di tingkat bawah, tentu kehancuran sebuah bangsa tinggal menunggu hitungan waktu. Inilah penyebab utama kerusakan bangsa Indonesia. Nah! dari sinilah membangun moral dalam dunia pendidikan sangat di butuhkan secara mendesak. Melihat krisis moral telah menjadi bencana dalam dunia penddikan Indonesia saat ini.

Melihat para lulusan dari dunia pendidikan bangsa Indonesia, mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, telah menghasilkan lulusan bermental korup, berarti ada yang salah dengan dunia pendidikan. Lalu dimana letak kesalahan dunia pendidikan Indonesia? UN inilah penyebab utama kegagalan dalam pendidikan Indonesia. Karena itu pengelola pendidikan harus mengkaji ulang keberadaan dunia pendidikan, agar menemukan jalan yang tepat dalam memasuki wilayah keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.

Keberadaan jejaring kiber (www.kitaberbagi.com) menolak UN di sebabkan kondisi bangsa Indonesia yang sedang mengalami berbagai dilema bangunan kenegaraan, karena UN telah menyebabkan dalam bentuk penyeragaman materi pelajaran semata, padahal setiap pelajar mempunyai kelebihan Masing-masing dalam mengarungi alam nusantara, tidak harus di seragamkan para pelajar bangsa Indonesia, tetapi harus di terima sebuah kenyataan, bahwa bangsa Indonesia berbentuk keberagaman yang harus di hormati, semua keberagaman di mulai dari dunia pendidikan sebagai ujung tombak kemajuan bangsa Indonesia.

Berangkat dari tulisan di atas, lembaga pengelola pendidikan Indonesia harus secara jeli dalam menganalisa permasalahan UN, agar UN jangan di jadikan prasyarat lulus dalam kenaikan kejenjang berikutnya, tetapi biarkan lembaga pendidikan berjalan sesuai dengan kemampuan Masing-masing, tanpa ada istilah UN atau paksaan dari pengelola pendidikan Indonesia. Sungguh, Allah maha pengasih segala.