Wednesday, 14 March 2012

Kenaikan BBM Menambah Tangis Bayi Miskin Indonesia


Kenaikan BBM mulai dekat di rasakan dalam jantung masyarakat. Bahkan mulai terdengar jerit tangis bayi kelaparan menjelang siang maupun malam hari. Karena Ibu tercinta sudah tidak mampu membelikan air susu. Sungguh memperihatinkan nasib kaum miskin Indonesia, tetapi pemerintah selalu mencari alasan, bahwa penikmat subsidi BBM adalah orang kaya, padahal kalau BBM naik tak lepas dapat memicu kenaikan harga barang yang lain. Sehingga menimbulkan kesulitan bagi masyarakat miskin di karenakan harga BBM melambung tinggi di pasaran.

Kalau kenaikan BBM di paksakan dalam kehidupan masyarakat, berarti bencana nasional telah tiba di sebabkan kondisi semakin serba mahal. Nah! bencana BBM ini merupakan peristiwa yang sangat miris bagi kehidupan masyarakat miskin di nusantara, apalagi di picu dengan kenaikan harga barang yang lain di sebabkan dampak buruk kenaikan harga BBM.

Kenaikan Air susu dan makanan bayi tak dapat di hindarkan, apabila kenaikan harga BBM benar terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sehingga kaum bayi miskin menjerit sekeras mungkin, menahan lapar dan haus kering kerontang di karenakan bencana kelaparan telah datang, semua di sebabkan dari kebijakan pengelola negara yang sepihak dalam menentukan harga BBM, tentu berangkat dari situ memicu kenaikan harga pangan maupun harga barang keseharian masyarakat.

Melihat kondisi tangis bayi yang semakin bertambah, apabila pemerintah menaikkan harga BBM, tentu membuat luka keperihatinan atas sesama. Sungguh kejadian tangis bayi Indonesia semakin meluas dari pedesaan sampai perkotaan di karenakan harga pangan melambung tinggi, Ayah dan Bunda tak sanggup membeli air susu maupun makanan bagi si bayi miskin, kalau peristiwa kenaikan BBM ini benar terjadi, berarti kondisi ini dapat di katakan sebuah bencana nasional telah tiba di negeri Indonesia. Karena di sebabkan BBM naik dan memicu kenaikan Harga-harga yang lainnya.

Dengan kondisi di atas, sudah dapat di pastikan kemiskinan masyarakat Indonesia semakin bertambah memilukan. Bahkan mengenaskan dengan kondisi tersebut.

Keberadaan kaum miskin di Indonesia semakin bertambah dengan cepat di karenakan kenaikan harga BBM, walau hanya dalam hitungan hari si bayi miskin menangis terdengar begitu keras dari ujung Sabang sampai Merauke.

Gambaran kenaikan BBM sangat memilukan bagi masyarakat miskin, tetapi bagi masyarakat kaya kenaikan BBM tidak menjadi suatu masalah besar. Karena mereka punya uang dan mampu membeli harga BBM dan sejumlah kenaikan harga barang yang lainnya. Inilah kondisi yang sudah semestinya di pertimbangkan pemerintah dalam mengambil sebuah langkah kebijakan, untuk menaikkan harga BBM di tengah carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kondisi kenaikan harga BBM dapat menimbulkan bencana kemiskinan semakin merajalela, tetapi pemerintah sampai saat ini masih tetap ngotot dengan keputusan akan menaikkan harga BBM, tentu dengan kebijakan sepihak tanpa mempertimbangkan sederet panjang permasalahan ekonomi bagi masyarakat miskin di negeri Indonesia.

Suara jerit tangis bayi mengiringi langkah kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM. Sehingga terdengarlah suara bayi miskin di sekeliling nusantara di sebabkan kebijakan pemerintah yang sepihak, tanpa melihat kondisi masyarakat miskin di sekelilingnya. Inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah, sebelum menaikkan harga BBM di negeri nusantara Indonesia. Sungguh, Allah maha bijaksana segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Tuesday, 13 March 2012

Pejabat Mulai Panas Dingin Mendengar Pernyataan Anas "Gantung di Monas".


Sungguh tragis penyakit korupsi di bumi nusantara Indonesia, mulai dari pejabat desa sampai pejabat pusat hampir semua telah melakukan tindak korupsi dalam skala kecil maupun besar. Sehingga bangsa Indonesia telah terkena penyakit kronis yang sangat memperihatinkan di jantung bangsa terbesar di kawasan asia tenggara saat ini.

Pernyataan Anas "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas" membuat panas dingin sejumlah pejabat yang telah melakukan tindak korupsi maupun tidak melakukan. Karena pernyataan Anas bukanlah ucapan biasa yang di lakukan para penguasa negeri. Bahkan banyak pendapat hukum gantung jangan di jalankan. Mengingat hukum gantung di duga menyalahi aturan HAM, tetapi Anas telah berani melakukan pernyataan yang tak terduga. Sehingga membuat sejumlah telinga, tubuh dan seluruh raga para pejabat gemetar panas dingin mendengar suara lantang Anas.

Mengingat hukum di Indonesia belum memberlakukan tindak gantung terhadap para pelaku koruptor, tetapi Anas telah berani menyuarakan "Gantung di Monas". Inilah suara mengerikan bagi para pejabat yang telah melakukan tindak korupsi, baik yang sudah tertangkap maupun yang belum tertangkap dalam melakukan tindak korupsi. Lalu pertanyaan datang tak terduga, mungkinkah masih banyak koruptor gentayangan di bumi nusantara Indonesia? Masih banyak manakah koruptor yang sudah tertangkap dan yang belum tertangkap? pertanyaan ini menggelitik seluruh denyut nadi seolah mati suri dalam menjawab persoalan ini. Sebab apabila benar masih banyak para pejabat koruptor yang belum tertangkap, berarti semakin banyak nyawa gentayangan yang siap di gantung di Monas, apabila lembaga peradilan Indonesia telah benar menerapkan hukum gantung bagi para pelaku koruptor.

Menelaah pernyataan Anas tentang "gantung di monas" merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Mahkamah Konstitusi dalam membuat Undang-undang permasalahan korupsi di Indonesia. Sehingga tantangan Anas merupakan suara pemberontakan lintas batas hukum di Indonesia. Lalu beranikah Mahkamah Konstitusi dengan tantangan Anas dalam menghukum pelaku koruptor dengan cara di gantung? tentu pernyataan Anas sangat membuat panas dingin bagi sejumlah Mahkamah Konstitusi dalam membuat Undang-undang. Mengingat permasalahan hukuman bagi koruptor masih di anggap ringan. bahkan tidak membuat jera pelaku koruptor. Sehingga dengan adanya tantangan Anas dalam menyelesaikan masalah hukuman bagi pelaku koruptor, telah membuat kerja keras bagi pelaku pembuat Undang-undang dalam menangani masalah korupsi di Indonesia saat ini.

Para pejabat dalam menanggapi pernyataan Anas mengalami pro dan kontra. Namun di balik kontra pejabat tertanam rasa was-was dalam diri mereka. Mengingat pernyataan "gantung di monas" merupakan suara maut dalam melakukan tindak hukum yang tegas, berani dan tanpa ragu dalam menegakkan hukum di Indonesia.

Nah! apabila hukum gantung benar terjadi di Indonesia. Mungkinkah para pejabat negeri di Indonesia masih ada yang selamat dari tindak korupsi? mengingat Indonesia terkenal dengan surga koruptor mulai dari pedesaan sampai ujung pusat Indonesia. Inilah tantangan berat bagi para pejabat negeri dalam menjalankan tugas, agar tidak melakukan tindak korupsi.

Keberanian Anas dengan slogan "gantung di monas" merupakan suara yang akan tercatat dalam sejarah di negeri Indonesia. Sebab bangsa Indonesia saat ini telah melakukan perang melawan koruptor, sehingga pernyataan Anas perlu dukungan dari masyarakat, bahwa bangsa Indonesia harus terbebas dari tindak korupsi. Bahkan "gantung di monas" sekalipun harus siap bagi pelaku penilep uang negara, apabila hukum gantung telah di syahkan bagi pelaku koruptor di negeri Indonesia.

Sosok Anas merupakan tokoh muda dan sekaligus ketua partai demokrat, telah melakukan tindakan positif dalam perang melawan koruptor. Bahkan Anas demi kehormatan, pengabdian jiwa dan raga terhadap bangsa rela menjadi martir kehidupan dalam perang melawan koruptor.

Nyawa dan raga bukanlah suatu masalah dalam menegakkan keadilan di Indonesia, walau harus mati di gantung di monas sekalipun. Lalu beranikah pejabat yang lain menyusul Anas, siap di gantung bila melakukan tindak korupsi? kita tunggu saja jawaban para pejabat yang lain. apakah benar mereka siap mengikuti jejak ksatria Anas di bumi nusantara Indonesia? kalau para pejabat sudah siap bulat. Insya Allah bangsa Indonesia dapat terbebas dari penyakit kanker korupsi mematikan, Amiin.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

Monday, 12 March 2012

Subhanallah, Kejeniusan Anas Meruntuhkan Monas

Subhanallah, Anas begitu paham kondisi negara yang semakin kacau di sebabkan tindak penyimpangan uang negara, di situlah Anas berdiri tegak dengan mengibarkan semangat baru melawan para koruptor. Bahkan keberadaan tugu Monas dijadikan Anas sebagai simbol perlawanan terhadap para koruptor. Sehingga masyarakat bangsa Indonesia hari ini tertuju Monas yang sudah lama terdiam membisu, namun saat ini Monas sebagai lambang tidak sebatas wadah monumen nasional, tetapi lebih jauh lagi Monas telah dijadikan Anas simbol perjuangan melawan para koruptor Indonesia.

Pernyataan Anas telah menjadi sebuah catatan tinta emas sejarah besar di negeri sarang koruptor, "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," Suara gemuruh ini menerjang Dinding-dinding lintas batas hukum Indonesia. Mengingat bangsa Indonesia belum menerapkan hukum gantung di Indonesia terhadap para pelaku tindak koruptor, tetapi Anas dengan berani meruntuhkan hukum yang selama ini kurang tegas dan terasa ragu dalam mengambil sikap. Sehingga pernyataan Anas tentang gantung di Monas merupakan suara tegas dalam mengambil sikap terhadap para koruptor. Bahkan dirinya siap di hukum gantung di Monas, apabila Benar-benar melakukan tindak korupsi.

Keberanian Anas menjadi suri tauladan positif terhadap semua pejabat mulai dari desa sampai pusat, apabila ada seorang pejabat melakukan tindak korupsi, maka dia harus siap menanggung segala resiko. Bahkan resiko terburuk sekalipun, walau harus di gantung di Monas. Sungguh ini merupakan terobosan yang sangat berani dalam menegakkan keadilan di negeri Indonesia, agar hukum dengan menjunjung keadilan di tegakkan secara benar dalam naungan nusantara Indonesia.

Keberadaan Anas sebagai tokoh yang sudah tidak asing lagi di laga kancah politik nasional. Sehingga Anas menjadi sorotan di berbagai media publik, baik melalui bentuk penghujatan maupun dalam bentuk sanjungan terhadap Anas. Mengingat Anas sampai detik ini masih tercatat sebagai ketua umum partai Demokrat. Dengan keberanian Anas dalam mengambil sikap dan mengambil langkah menyelamatkan negara dari tindak koruptor, Anas rela menjadi monumen pemberantasan korupsi di bumi nusantara Indonesia.

Sikap Anas terhadap tindak pemberantasan korupsi di Indonesia. Anas siap menjadi martir "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang" maka dia bersedia di gantung di Monas. Pernyataan ini mengingatkan tokoh besar Cina dengan slogan "Berikan saya seratus peti mati dan peti mati satunya buat saya, apabila saya telah melakukan tindak korupsi (Sungguh luar biasa)". Memang bangsa Indonesia mengalami krisis kepercayaan terhadap negara yang sangat miris sekali. Sehingga memulihkan kepercayaan dengan cara memberantas korupsi di segala arah harus di lakukan, agar pemerintahan bangsa Indonesia mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap para pengelola negara.

Menelaah atas keberanian pernyataan Anas menimbulkan tanggapan beragam dalam kehidupan masyarakat antara pro dan kontra. Mengingat pernyataan ini di ucapkan oleh tokoh muda Indonesia. Sehingga pernyataan ini dapat di ibaratkan sebagai ketegasan Anas dalam memberi sebuah kepercayaan terhadap masyarakat, bahwa hukum harus berjalan di negeri nusantara, bahkan dirinya sekalipun siap di gantung di Monas.

Monas merupakan simbol sebagai pengingat di kala para pejuang memperjuangkan kemerdekaan 45. Berangkat dari situlah Monas di bangun sebagai lambang monumen nasional, agar anak bangsa Indonesia mengingat sebuah perjuangan para leluhur negeri dalam mengemban tugas suci, untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga Monas sangat berarti dalam kehidupan masyarakat dalam mengenang Jasa-jasa para pahlawan. Namun seiring waktu permasalahan bangsa semakin kompleks, tidak seperti di zaman pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan di era Soekarno yang berperang melalui militer maupun diplomatis melawan bangsa asing, tetapi saat ini bangsa Indonesia di hadapkan "perang melawan koruptor".

Berganti era kepemimpinan dan zaman. maka perubahan bentuk perangpun mulai berbeda, kalau era saat ini begitu banyak tindak penyimpangan dengan menilep uang negara. Karena dengan kondisi tersebut, perang yang tepat di era saat ini dengan istilah sebutan "perang melawan para koruptor". Dengan perang melawan koruptor inilah, sosok Anas tampil dengan gagah berani, tegas dan tanpa ragu dalam mengambil sikap, bahwa dirinya siap di gantung, apabila dirinya melakukan tindak korupsi Hambalang. Berangkat dari sinilah keberanian Anas wajib di acungi dua jempol sebagai penyelamat bangsa Indonesia dari penyakit korupsi. Bahkan dia rela jadi martir di gantung di Monas.

Kejeniusan Anas dalam mengambil sikap "perang melawan koruptor" sampai meruntuhkan Monas lama sebagai simbol pengingat para pahlawan bangsa. Namun saat ini Anas telah membangun Monas kembali dengan ruh perubahan baru. Karena Anas telah berani menjadi sosok pahlawan korupsi Indonesia. Sehingga Anas memberi nyawa baru terhadap tugu Monas yang semakin mulai redup di telan keserakahan zaman. Mengingat korupsi telah menjadi penyakit kanker mematikan di negeri Indonesia, di situlah Anas tampil berani dengan pernyataan "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas". Sungguh, Allah maha pengampun segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

BBM Naik NO, BLT Turun Yes


Kenaikan BBM menambah daftar panjang kemiskinan masyarakat bangsa Indonesia. Sehingga kebijakan kenaikan BBM sangat merugikan bagi masyarakat miskin, tetapi program BLT yang di dengungkan pemerintah merupakan program cerdas di saat masyarakat miskin mengalami serangan kanker ekonomi. Dengan kehadiran program BLT dapat memperingan penyakit kanker ekonomi yang di rasakan bagi kaum miskin di negeri Indonesia. Nah! dari sinilah dapat di katakan, bahwa kenaikan BBM No, BLT turun Yes.

Menelaah salah seorang anggota Dewan terhormat yang mengatakan, bahwa BLT sama dengan bantuan langsung tewas, pernyataan tersebut tentu mengundang berbagai perhatian di masyarakat, kenapa anggota DPR di gaji uang negara yes? tetapi kenapa masyarakat miskin mendapatkan BLT di tentang sebagian anggota Dewan? Inilah persoalan sederhana yang sulit di cerna dengan hati dingin, tetapi kalau di cerna secara logika ala DPR, sudah tentu dapat di ambil sebuah kesimpulan, bahwa anggota Dewan terhormat sangat bahagia di saat dapat menikmati kekayaan negara, tetapi di saat masyarakat miskin mendapatkan BLT terasa berat hati melepas uang negara tersebut.

Kenaikan BBM merupakan momok sebagian besar masyarakat bangsa Indonesia. Mengingat kenaikan BBM akan menjadi hantu gentayangan yang siap merenggut hak kaum miskin, apalagi kenaikan BBM akan memicu berbagai kenaikan bahan pokok lainnya. Sehingga kenaikan BBM sangat terasa berat bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.

Keberadaan BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat, sehingga di saat BBM naik, tentu sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah persoalan yang sudah semestinya di pikirkan para pengelola negara, agar kenaikan BBM tidak merusak ekonomi masyarakat, tetapi kalau melihat dari nalar tentang kenaikan BBM, sudah dapat di pastikan masyarakat akan mengalami kerusakan dalam membangun ekonomi di tubuh masyarakat bangsa Indonesia.

Sedangkan keberadaan program BLT dari pengelola negara, apabila Benar-benar di kucurkan bagi masyarakat kecil, tentu sangat membantu bagi kehidupan kaum miskin di seluruh nusantara. Sehingga dengan program BLT dapat dijadikan tambahan daya tahan hidup bagi masyarakat luas, agar lebih baik dalam menata ekonomi dan membangun berbagai sumber daya pangan lainnya. Bahkan keberadaan BLT dapat menambah biaya pendidikan bagi masyarakat kecil.

Memang bagi sebagian anggota DPR, bahwa program BLT bukan jawaban cara mengentaskan kemiskinan, tetapi padahal BLT bagi masyarakat miskin sangat di butuhkan. Mengingat BLT punya peran menunjang ekonomi masyarakat miskin, apalagi BLT program yang langsung menyentuh jantung masyarakat miskin, tidak seperti Program-program lain yang berkisar pada kantong para pejabat dan aparat dari desa sampai pusat.

Program BLT merupakan salah satu program yang paling efektif bagi kehidupan masyarakat, sejak kepemimpinan Soekarno sampai SBY, bahwa BLT merupakan program paling menyentuh di jantung masyarakat dan mampu menjadi sebuah perbaikan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi yang di sayangkan masyarakat di saat BLT turun, namun harga BBM melambung naik. Sehingga bantuan BLT tidak dapat di optimalkan secara maksimal, karena menutup kebutuhan harga BBM naik dan di iringi kenaikan harga lainnya.

Nah! dari tulisan di atas dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat miskin sangat terbantu oleh program BLT, tetapi sangat di rugikan dengan program pemerintah atas kenaikan BBM. Sehingga dapat di istilahkan BBM naik No, BLT turun Yes.

Nah! dari sinilah para anggota Dewan terhormat di gedung DPR harus bisa memilah antara program cerdas dengan program yang memberatkan bagi kehidupan masyarakat. Ingatlah anggota DPR di gaji dari jerih payah keringat masyarakat, tetapi di saat pemerintah mencairkan dana bagi masyarakat kecil, tolong jangan di halangi, apalagi mengatakan BLT sama dengan bantuan langsung tewas. Karena masyarakat Sekali-kali harus merasakan kekayaan sumber daya alam dan sumber pajak, bukan hanya DPR yang boleh merasakan Sumber-sumber kekayaan negara. Sungguh, Allah maha pemberi nikmat segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........

Sunday, 11 March 2012

Inilah Alasan Timnas U-21 Tumbang di Tangan Para Serdadu Brunei



Mendung hitam tebal menyelimuti bumi nusantara di kala Garuda muda melawan para serdadu Brunei, suara halilintar menggelegar mengiringi pertarungan para serdadu Garuda muda di pulau Borneo. Menggugah pertarungan sengit dan saling membunuh satu sama lain melalui serbuan di saat menjelang malam. Namun mampukah Timnas Garuda muda membunuh para serdadu Brunei? Ternyata tidak di duga Brunei malah Memporak-porandakan benteng Timnas muda Indonesia. Bahkan sampai Garuda muda luluh lantak di hadapan jutaan para penonoton dari dalam negeri maupun manca negara. Menangislah para pecinta sepak bola Indonesia di kala Brunei mampu mengalahkan para serdadu Garuda muda U-21 di pulau Borneo.

Kekalahan Timnas Garuda U-21 atas Brunei dengan skor 2-0 di sebabkan pengalaman bertanding Garuda muda masih jauh di banding Timnas Brunei. Sehingga wajar kalau Timnas garuda muda di paksa kalah dalam pertandingan di laga piala Sultan Hassanal Bolkiah, walaupun Timnas Garuda muda sempat mengurung Brunei di babak pertama, tetapi di babak kedua Brunei mampu membalikkan keadaan dengan mengurung Garuda muda dan Brunei mampu memenangkan sampai peluit panjang berbunyi tanda permainan berakhir.

Garuda muda U-21 dalam pertandingan di laga final tidak mampu menembus pertahanan Brunei. Sedangkan Brunei dengan jitu mampu mengelabui para pemain Timnas garuda muda Indonesia. Sehingga memaksa Garuda muda mengalami serangan yang sungguh luar biasa. Al-hasil Garuda muda harus tunduk dengan skor 2-0 atas Brunei, tentu kekalahan ini sangat meyakitkan bagi para pecinta sepak bola Indonesia, apalagi Brunei dalam sejarah bola saat berhadapan melawan Indonesia selalu dapat di taklukkan, tetapi di final piala Sultan Hassanal Bolkiah Brunei mampu mengalahkan Timnas muda Indonesia dengan skor 2-0 tanpa balas dan Brunei mampu menciptakan rekor baru di kawasan asia tenggara.

Memang keberuntungan lagi tidak berpihak kepada Timnas U-21. Sehingga menyebabkan kekalahan Timnas U-21 di laga final bergengsi di asia tenggara pupus sudah, tetapi apa mau di kata? Nasi sudah menjadi bubur, biarlah kekalahan Garuda muda sebagai wisata perjalanan dalam pencarian jati diri, agar kedepan Garuda muda mampu menuju lebih baik dalam menatap masa depan sepak bola Indonesia.

Faktor utama penyebab kekalahan Garuda muda saat berlaga melawan Brunei, tak lepas di sebabkan dari jam terbang Garuda muda yang masih sangat minim di banding para serdadu Brunei yang lebih punya pengalaman jam terbang.

Nah! berangkat dari kalah jam terbang, sehingga mengakibatkan kekalahan Timnas Garuda muda atas Brunei dalam laga kancah sepak bola di laga piala Sultan Hassanal Bolkiah. Namun dalam kekalahan Garuda muda dapat dijadikan sebagai pengalaman baru bagi Timnas U-21 Indonesia, agar kedepan mampu mencapai prestasi yang membanggakan menuju di berbagai laga selanjutnya. Sungguh, Allah maha mendengar segala

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........