Sunday, 16 October 2011

Inilah Alasan Inggris Mengingkari Bangsa Nusantara Indonesia




Bangsa Inggris telah lama memijakkan kaki penjajahan di kawasan nusantara, padahal Inggris tahu betul mengenai sejarah besar bangsa nusantara pada zaman dahulu kala di asia tenggara, namun Inggris enggan memberikan wilayah jajahannya pada kesatuan bangsa nusantara, disebabkan bangsa Inggris mempunyai kepentingan politis maupun ekonomis di Malaysia. Inilah penyebab utama Inggris mengkhianati bangsa nusantara.

Indonesia merupakan wajah bangsa nusantara, sedangkan Malaysia di bentuk Inggris sebagai pijakan sewaktu-waktu melakukan agresi milter maupun ekonomi di kawasan nusantara, sehingga Malaysia di bentuk Inggris sebagai penghalau laju kekuasaan wilayah bangsa nusantara, agar seluruh bangsa nusantara tidak bersatu di bawah naungan bendera nusantara Indonesia.

Bangsa Inggris telah menjajah dan merampas bangsa nusantara, bahkan sampai detik ini bangsa Inggris belum sepenuhnya memberikan kedaulatan nusantara di tangan bangsa Indonesia, sehingga antara Indonesia dengan Malaysia dibuat lupa sejarah besar bangsa nusantara. Lebih jauh dari itu, sebenarnya konflik Indonesia dengan Malaysia merupakan pertarungan bangsa Inggris dengan bangsa nusantara, mengingat Inggris punya dendam kesumat dengan bangsa Indonesia, karena Inggris pernah dikalahkan dalam perang terbesar di akhir perang dunia ke-2 yang berada di kawasan asia pasifik. Nah! tentu kita masih ingat segar pada saat perang 10 November di Surabaya, bangsa Inggris kalah besar dengan kekuatan para pejuang Indonesia dengan menggebu-gebu mampu mengalahkan bangsa adidaya dari eropa. Inilah kekalahan terbesar bangsa Inggris setelah perang dunia ke-2 di kawasan asia pasifik.

Bangsa nusantara punya sejarah besar dalam meletakkan kaki di kawasan asia tenggara, sehingga sebisa mungkin bangsa Inggris menghentikan kedaulatan bangsa nusantara yang berwajah Indonesia, dengan cara mengambil bangsa Malaysia dari pangkuan bumi nusantara, bahkan lebih jauh dari itu, bangsa Inggris telah mengambil sebagian Pulau Kalimantan yang ada di sabah, serawak dan sekitarnya, untuk di jadikan bangsa buatan Inggris dalam menangkal kekuasaan bangsa nusantara Indonesia.

Sejarah di putar balikkan sedemikian rupa oleh bangsa Inggris, bahkan anak cucu nusantara banyak yang lupa mengenai sejarah besar nusantara, bahwa Indonesia dan Malaysia dahulu kala menyatu di bawah satu bendera nusantara, namun bangsa penjajah telah mengkebiri sejarah besar bangsa nusantara, bahkan cenderung mengadu domba sesama bagian bangsa nusantara. Inilah strategi bangsa penjajah dalam bermain tipu daya, sehingga kita harus selalu waspada dengan kelicikan bangsa penjajah dari eropa, dan Inilah yang harus menjadi perhatian para sejarahwan dan para politisi, untuk memberikan pencerahan mengenai bangsa nusantara di kawasan asia tenggara. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.
.

Inilah Alasan Inggris Mengingkari Bangsa Nusantara Indonesia




Bangsa Inggris telah lama memijakkan kaki penjajahan di kawasan nusantara, padahal Inggris tahu betul mengenai sejarah besar bangsa nusantara pada zaman dahulu kala di asia tenggara, namun Inggris enggan memberikan wilayah jajahannya pada kesatuan bangsa nusantara, disebabkan bangsa Inggris mempunyai kepentingan politis maupun ekonomis di Malaysia. Inilah penyebab utama Inggris mengkhianati bangsa nusantara.

Indonesia merupakan wajah bangsa nusantara, sedangkan Malaysia di bentuk Inggris sebagai pijakan sewaktu-waktu melakukan agresi milter maupun ekonomi di kawasan nusantara, sehingga Malaysia di bentuk Inggris sebagai penghalau laju kekuasaan wilayah bangsa nusantara, agar seluruh bangsa nusantara tidak bersatu di bawah naungan bendera nusantara Indonesia.

Bangsa Inggris telah menjajah dan merampas bangsa nusantara, bahkan sampai detik ini bangsa Inggris belum sepenuhnya memberikan kedaulatan nusantara di tangan bangsa Indonesia, sehingga antara Indonesia dengan Malaysia dibuat lupa sejarah besar bangsa nusantara. Lebih jauh dari itu, sebenarnya konflik Indonesia dengan Malaysia merupakan pertarungan bangsa Inggris dengan bangsa nusantara, mengingat Inggris punya dendam kesumat dengan bangsa Indonesia, karena Inggris pernah dikalahkan dalam perang terbesar di akhir perang dunia ke-2 yang berada di kawasan asia pasifik. Nah! tentu kita masih ingat segar pada saat perang 10 November di Surabaya, bangsa Inggris kalah besar dengan kekuatan para pejuang Indonesia dengan menggebu-gebu mampu mengalahkan bangsa adidaya dari eropa. Inilah kekalahan terbesar bangsa Inggris setelah perang dunia ke-2 di kawasan asia pasifik.

Bangsa nusantara punya sejarah besar dalam meletakkan kaki di kawasan asia tenggara, sehingga sebisa mungkin bangsa Inggris menghentikan kedaulatan bangsa nusantara yang berwajah Indonesia, dengan cara mengambil bangsa Malaysia dari pangkuan bumi nusantara, bahkan lebih jauh dari itu, bangsa Inggris telah mengambil sebagian Pulau Kalimantan yang ada di sabah, serawak dan sekitarnya, untuk di jadikan bangsa buatan Inggris dalam menangkal kekuasaan bangsa nusantara Indonesia.

Sejarah di putar balikkan sedemikian rupa oleh bangsa Inggris, bahkan anak cucu nusantara banyak yang lupa mengenai sejarah besar nusantara, bahwa Indonesia dan Malaysia dahulu kala menyatu di bawah satu bendera nusantara, namun bangsa penjajah telah mengkebiri sejarah besar bangsa nusantara, bahkan cenderung mengadu domba sesama bagian bangsa nusantara. Inilah strategi bangsa penjajah dalam bermain tipu daya, sehingga kita harus selalu waspada dengan kelicikan bangsa penjajah dari eropa, dan Inilah yang harus menjadi perhatian para sejarahwan dan para politisi, untuk memberikan pencerahan mengenai bangsa nusantara di kawasan asia tenggara. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.
.

Jangan Pernah Ragu, Sejak Majapahit Kalimantan itu Milik Indonesia


Perebutan wilayah Kalimantan sejak kemerdekaan bangsa Indonesia sudah menjadi simbol perlawanan dan tonggak sejarah bangsa adidaya di asia tenggara, bahkan sampai hari ini masalah pulau Kalimantan masih hangat dibicarakan di berbagai media maupun di Sudut-sudut warung kopi.

Indonesia lahir sebagai wajah nusantara dalam mengemban tugas mulia, dan bangsa Indonesia punya hak besar terhadap pulau Kalimantan di banding Malaysia, namun perjalanan sejarah pulau Kalimantan telah dikebiri bangsa Inggris, sehingga pulau Kalimantan bagian serawak, Sabah dan sekitarnya telah di ambil secara paksa oleh bangsa Inggris dan diberikan kepada bangsa Malaysia. Inilah sejarah besar bangsa Malaysia dan Indonesia dalam meletakkan kekuasaan di pulau Kalimantan.

Sejak zaman Majapahit bangsa yang ada di kawasan asia tenggara, selain kekuasaan dinasti Gajah Putih, semua termasuk dalam Kawasan bangsa Nusantara, sehingga jangan pernah ragu, bahwa pulau Kalimantan sejak Indonesia merdeka merupakan wajah baru bangsa nusantara.

Maha Patih Gajah Mada sebagai pemersatu nusantara mulai dari Papua sampai Malaysia dahulu kala bersatu padu dalam naungan satu bendera nusantara, namun semua dirusak oleh penjajah dan sejarah di putar balikkan sedemikian rupa, sehingga sejarah menjadi abal-abal yang tak menentu arah kebenaran.

Pulau Kalimantan sebagian di ambil Malaysia Gara-gara bangsa Inggris yang mendukung penuh keberadaan Malaysia, sehingga wajar, apabila bangsa Malaysia merupakan wajah bangsa Inggris, sedangkan bangsa Indonesia merupakan wajah dari bangsa nusantara, penerus tongkat estafet bangsa nusantara yang pernah bersatu padu di bawah kekuasaan sang Maha Patih Gajah Mada.

Sejarah besar bangsa nusantara dalam menyatukan asia tenggara, bukanlah hisapan jempol belaka, karena itu sudah menjadi fakta sejarah. Bahkan D.G.E. Hall dalam buku sejarah asia tenggara mengakui keberadaan bangsa nusantara, sehingga keberadaan bangsa Indonesia merupakan wajah baru bangsa nusantara, sedangkan bangsa Malaysia di bentuk bangsa Inggris, berarti Malaysia penerus tongkat estafet bangsa Inggris, sedangkan bangsa Indonesia merupakan penerus tongkat estafet bangsa Nusantara. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.. .

Jangan Pernah Ragu, Sejak Majapahit Kalimantan itu Milik Indonesia


Perebutan wilayah Kalimantan sejak kemerdekaan bangsa Indonesia sudah menjadi simbol perlawanan dan tonggak sejarah bangsa adidaya di asia tenggara, bahkan sampai hari ini masalah pulau Kalimantan masih hangat dibicarakan di berbagai media maupun di Sudut-sudut warung kopi.

Indonesia lahir sebagai wajah nusantara dalam mengemban tugas mulia, dan bangsa Indonesia punya hak besar terhadap pulau Kalimantan di banding Malaysia, namun perjalanan sejarah pulau Kalimantan telah dikebiri bangsa Inggris, sehingga pulau Kalimantan bagian serawak, Sabah dan sekitarnya telah di ambil secara paksa oleh bangsa Inggris dan diberikan kepada bangsa Malaysia. Inilah sejarah besar bangsa Malaysia dan Indonesia dalam meletakkan kekuasaan di pulau Kalimantan.

Sejak zaman Majapahit bangsa yang ada di kawasan asia tenggara, selain kekuasaan dinasti Gajah Putih, semua termasuk dalam Kawasan bangsa Nusantara, sehingga jangan pernah ragu, bahwa pulau Kalimantan sejak Indonesia merdeka merupakan wajah baru bangsa nusantara.

Maha Patih Gajah Mada sebagai pemersatu nusantara mulai dari Papua sampai Malaysia dahulu kala bersatu padu dalam naungan satu bendera nusantara, namun semua dirusak oleh penjajah dan sejarah di putar balikkan sedemikian rupa, sehingga sejarah menjadi abal-abal yang tak menentu arah kebenaran.

Pulau Kalimantan sebagian di ambil Malaysia Gara-gara bangsa Inggris yang mendukung penuh keberadaan Malaysia, sehingga wajar, apabila bangsa Malaysia merupakan wajah bangsa Inggris, sedangkan bangsa Indonesia merupakan wajah dari bangsa nusantara, penerus tongkat estafet bangsa nusantara yang pernah bersatu padu di bawah kekuasaan sang Maha Patih Gajah Mada.

Sejarah besar bangsa nusantara dalam menyatukan asia tenggara, bukanlah hisapan jempol belaka, karena itu sudah menjadi fakta sejarah. Bahkan D.G.E. Hall dalam buku sejarah asia tenggara mengakui keberadaan bangsa nusantara, sehingga keberadaan bangsa Indonesia merupakan wajah baru bangsa nusantara, sedangkan bangsa Malaysia di bentuk bangsa Inggris, berarti Malaysia penerus tongkat estafet bangsa Inggris, sedangkan bangsa Indonesia merupakan penerus tongkat estafet bangsa Nusantara. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.. .

Saturday, 15 October 2011

Inilah Semangat Kaum Nasionalis Dan Komunis Mengganyang Malaysia, Kalau Agamis Menolak Keras Membunuh Sesama Muslim



Bangsa Indonesia masih ingat dengan bahasa Soekarno mengenai ketiga idiologi dengan sebutan Nasakom, ketiga idiologi ini mempunyai jiwa yang berbeda, walaupun hakikatnya sama mencari sebuah jalan kebenaran menurut pandangan idiologi Masing-masing, namun dalam perjalanan ketiga idiologi ini punya pandangan yang berbeda dalam memegang roda kekuasaan, sehingga ketiga idiologi ini sering berbenturan, bahkan nyawa melayang atas nama ketiga idiologi yang ada di nusantara sampai saat ini.

Melihat sejarah bangsa Indonesia yang penuh tumpah darah dalam menegakkan pancasila di bumi pertiwi, begitu berat ujian yang di lalui, bahkan darah dan air mata menjadi taruhan dalam menegakkan pancasila, sehingga dalam menegakkan pancasila butuh kekuatan penuh segenap tumpah darah masyarakat Indonesia.

Soekarno melalui nasakom berusaha keras menyatukan ketiga idiologi besar yang ada di bumi pertiwi, tetapi dalam perjalanan komunis di anggap melanggar dan berkhianat terhadap pancasila, sehingga di Indonesia tinggal nasionalis dan agamis, sedangkan idiologi komunis di hapus setelah zaman kepemimpinan Soekarno.

Pada zaman dahulu kala di saat bangsa Indonesia melakukan gerakan konfrontasi senjata maupun diplomatik terhadap Malaysia, bahwa semangat kaum nasionalis dan komunis begitu menggebu-gebu, untuk melakukan gerakan pengganyangan terhadap Malaysia, karena menganggap, bahwa Malaysia melanggar wilayah bangsa Indonesia dengan mencaplok sebagian wilayah kalimantan, padahal Kalimantan termasuk wilayah nusantara, sehingga Kalimantan masih di anggap wilayah bangsa Indonesia, mengingat Indonesia cermin dari bangsa nusantara yang ada di kawasan asia tenggara pada waktu itu.

Perjalanan sejarah mengenai Kalimantan milik bangsa Indonesia begitu panjang, sejak majapahit sebagai penyatu nusantara sampai gerakan nasional dalam meraih kemerdekaan Indonesia, bahwa pulau Kalimantan punya hubungan erat dengan nusantara yang saat itu berwajah Indonesia, tetapi berkat Inggris, bangsa Malaysia selamat dari gerakan pengganyangan yang di lancarkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Nah! Inilah sejarah besar bangsa Indonesia dan Malaysia dalam mengarungi sebuah kekuasaan di wilayah Kalimantan.

Masalah Kalimantan sampai detik ini masih menjadi bumerang. mulai dari Sipadan, Ligitan, Ambalat, dan sampai saat ini Camar Bulan yang menjadi rebutan kedua negara tersebut. Inilah sengketa turun temurun sejak bapak proklamator sampai generasi anak cucu kedua bangsa besar di kawasan asia tenggara saat ini.

Gerakan ganyang Malaysia di bakar soekarno dan di dukung penuh kaum nasionalis dan komunis pada waktu itu, bahkan sampai saat ini gerakan ganyang Malaysia masih tengiang di telinga jutaan umat Indonesia, tetapi kaum agamis masih berpikir ulang dan bahkan cenderung menolak keras mengenai gerakan ganyang Malaysia, mengingat Malaysia berpenduduk mayoritas beragama Islam, padahal kalau dalam ajaran Islam sesama muslim adalah saudara, sehingga apabila membunuh sesama muslim sangat di larang keras, karena haram hukumnya membunuh sesama muslim. Inilah yang menjadi pertimbangan kaum agamis dalam melangkah menuju gerakan ganyang Malaysia, sehingga di satu sisi membunuh sesama muslim adalah haram, tetapi di sisi lain semangat membela negara harus berkobar di benak sanubari anak bangsa Indonesia. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.
.. .
.