Monday, 6 June 2016

Tragedi Bom Ibu Kota


By: Khoirul Taqwim

Jalanan masih berdebu
Seketika menjadi cairan darah
Saat bom meledak disegala penjuru kota
Mengepullah asap melambung tinggi dicakrawala
Bom siang itu menebar teror menakutkan
Mencekam bagi setiap kepala insan manusia
Saat melihat teror disepanjang jalan keramaian ibu kota

Teror bom
Mencekam terasa disudut-sudut kota
Membuat rasa takut bagi dia yang merasa
Hingga tak terasa teror bom meluas bagai hantu tak bertuan
Televisi memberitakan atas tragedi bom siang itu
Hingga koran-koran tak ketinggalan pula memberitakan tentang bom siang itu
Bahkan media sosial tak henti-hentinya
Membicarakan bom tragedi kemanusiaan di Ibu kota

Ledakan bom di Ibu kota
Menjadi buah bibir diwarung-warung kopi
Hingga sampailah segala penjuru dunia mendengar
Atas tragedi bom Ibu kota
Mencekam keadaan
Menakutkan kondisi siang itu
Darah mengalir di Ibu kota
Air mata kesedihan tak terbendung sudah
Atas tragedi bom Ibu kota siang itu

Teror bom siang itu
Menjadi pertanda alam kedamaian masih sebatas harapan
Teror bom siang itu
Menambah deretan panjang tragedi kemanusiaan
Teror bom siang itu
Menjadi pertanda rasa kenyamanan masih dalam lingkaran pertanyaan
Teror bom siang itu
Pertanda alam kemanusiaan masih dipenuhi dengan keserakahan membabi buta
Teror bom siang itu
Menjelma menjadi hantu di Ibu kota
Hingga sampailah waktu teror bom siang itu
Menjadi konsumsi berita dialam raya

Sunday, 5 June 2016

Keanggunan Kerudungmu


By: Khoirul Taqwim

Ayu face jelita
When I look at you with tenderness
Mustakamu tertutup rapat dengan kerudung keanggunan
Lambaian kerudungmu begitu elok rupawan
Hingga pancarkan pesona jiwa masuk dalam sanubari yang terdalam
Bahkan sampai tak terasa diri terbang melayang
Bersama keindahan kerudung keanggunanmu

Saat dikau memakai kerudung keanggunan
Betapa cantik ayu jelitamu tertanam dalam kalbu
Hingga sampailah waktu alam semesta berdendang dengan kemerduan jiwamu
Karena dikau wanita sholikah dalam naungan Ilahi
Penuh dengan rasa keagungan dalam benak kalbu yang terdalam

Keanggunan kerudungmu
Menambah suasana alam nan indah permai
Sejukkan jiwa-jiwa kaku
Menjadi kelembutan dalam benak yang terdalam
Hingga merasuk sukma dalam keanggunan sebuah rasa

Kerudung keanggunan
Menampakkan keindahan dalam detak jiwa
Hingga masuk disanubari yang terdalam
Membawa sejuta kebahagiaan yang tertera disebuah fakta kehidupan
Karena kerudung keanggunanmu
Memancarkan keanggunan tiada tara keindahan
Hingga sampailah tertanam dalam benak jiwaku yang terdalam

Saturday, 4 June 2016

Kelembutan Wanita Bercadar


By: Khoirul Taqwim

Saat dari jauh
Aku menatapmu dengan bahagia
Namun aku tak melihat wajahmu
Karena wajahmu dibalut dengan sehelai kain cadar
Hingga sampailah waktu dalam benakku berkata
Subhanallah, alangkah indah wanita ini
Atas ketaatan agama yang menuntun
Akan kepribadian dia wanita bercadar

Wanita bercadar
Kelembutan jiwamu adalah: permata bagi alam semesta
Akhlakmu dalam balutan keindahan yang tiada tara
Hingga sampailah waktu dikau akan menjadi keteladanan bagi insan manusia
Untuk mengeja kehidupan bersama keimanan pada Ilahi
Begitu juga menambah ketaqwaan bagi dia yang melihat sehelai cadarmu

Wanita bercadar
Keteguhan prinsipmu akan menjadi keteladanan
Keteguhan jiwamu akan menjadi kedamaian
Hingga sampailah waktu dikau akan menjadi panorama keindahan
Bersama cadarmu dalam dakwahmu
Menuju kebaikan alam semesta

Duhai wanita bercadar
Kelembutan jiwamu adalah: kekuatan keimanan
Tingkah lakumu adalah: kemuliaan ketaqwaan
Hingga sampailah waktu dikau akan menjadi penerang jiwa
Saat insan melihat keindahan akhlakmu bersama sehelai kain cadarmu

Duhai wanita bercadar
Dikau menjadi pemata keindahan alam
Bersama kelembutan jiwamu
Saat mengarungi cakrawala kehidupan
Penuh dengan gairah suka cita
Berbalut cadar dalam naungan sang maha pemilik alam
Dikau wanita bercadar dipenuhi dengan aura kelembutan
Menyejukkan kalbu yang terdalam bersama balutan cadarmu
Hingga sampailah waktu akan keimanan dan ketaqwaanmu
Menghampiri seluruh jiwaku
Hingga membuat hati sejuk penuh dengan gairah kelembutan
Saat mengingat dikau wanita bercadar dengan akhlak kemuliaanmu

Friday, 3 June 2016

Keanggunan Kerudungmu


By: Khoirul Taqwim

Wajahmu ayu jelita
Saat aku menatapmu dengan kelembutan
Mustakamu tertutup rapat dengan kerudung keanggunan
Lambaian kerudungmu begitu elok rupawan
Hingga pancarkan pesona jiwa masuk dalam sanubari yang terdalam
Bahkan sampai tak terasa diri terbang melayang
Bersama keindahan kerudung keanggunanmu

Saat dikau memakai kerudung keanggunan
Betapa cantik ayu jelitamu tertanam dalam kalbu
Hingga sampailah waktu alam semesta berdendang dengan kemerduan jiwamu
Karena dikau wanita sholikah dalam naungan Ilahi
Penuh dengan rasa keagungan dalam benak kalbu yang terdalam

Keanggunan kerudungmu
Menambah suasana alam nan indah permai
Sejukkan jiwa-jiwa kaku
Menjadi kelembutan dalam benak yang terdalam
Hingga merasuk sukma dalam keanggunan sebuah rasa

Kerudung keanggunan
Menampakkan keindahan dalam detak jiwa
Hingga masuk disanubari yang terdalam
Membawa sejuta kebahagiaan yang tertera disebuah fakta kehidupan
Karena kerudung keanggunanmu
Memancarkan keanggunan tiada tara keindahan
Hingga sampailah tertanam dalam benak jiwaku yang terdalam

Pagi nan Indah


By: Khoirul Taqwim

Semerbak pagi hari
Bersama embun pagi
Sejukkan jiwa kaku
Menjadi jiwa penuh aura keindahan
Menyelimuti seluruh benak kalbu
Dalam dekapan kelembutan dipagi hari

Desir pagi hari
Alam nan indah dipenuhi warna ketakjuban
Hingga buat jiwa terasa dalam suasana kenikmatan
Sungguh hati penuh suka cita
Dalam dekapan pagi hari nan ceria
Bersenandung dalam aura keelokan jiwa

Ceria pagi hari
Terasa dalam dekapan jiwa
Membuat suasana rasa penuh gairah hidup
Karena pagi hari telah membawa rasa
Penuh kebahagiaan tiada tara kenyamanan disetiap jengkal jiwa terasa

Pagi nan indah
Suasana kemerduan alam
Menambah suasana suka cita dalam jiwa
Hingga membuat diri terlena
Akan keindahan alam dipagi hari
Lembut terasa dalam benak kalbu yang terdalam
Pancarkan rasa keanggunan dipagi nan indah terasa