Sunday, 4 September 2011

Kiber Situs Jejaring Sosial buatan Indonesia



Saat ini ada beberapa jejaring sosial produk dalam negeri bermunculan didunia maya, di antara jejaring sosial yang muncul itu adalah kiber, dan keberadaan kiber saat ini merupakan salah satu dari jejaring sosial yang masih tergolong baru sebagai produk dalam negeri, karena itu dukungan dan partisipasi dari semua pihak sangat diharapkan sebagai bentuk cinta produk dalam negeri.



Kemunculan jejaring sosial kiber yang masih baru lahir, dapat dikatakan masih dalam tahap balita yang perlu banyak belajar dalam berjalan membangun salah satu jejaring sosial produk dalam negeri, dengan melihat kondisi di dunia maya saat ini, ternyata jejaring sosial yang ada cenderung dikuasai jejaring sosial produk luar negeri, seperti facebook, twitter dan masih banyak lagi jejaring sosial dari luar negeri yang mendominasi di dunia maya saat ini



Kita sering melihat banyak sekali bermunculan jejaring sosial produk dalam negeri dan salah satu jejaring sosial dalam negeri yang baru lahir itu adalah kiber yang berusaha terus membangun aplikasi dan fitur sebaik mungkin, agar kedepan kiber dapat terus lebih baik dalam membangun salah satu jejaring sosial yang ada di Indonesia.



Kehadiran jejaring sosial kiber yang masih dibilang baru lahir merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial yang ada di Indonesia, dan menjadi salah satu dari beberapa jejaring sosial yang ada didunia maya saat ini, tentu peran dan dukungan sangat di nantikan dari semua pihak, agar jejaring sosial produk dalam negeri mampu berbicara ketingkat yang lebih tinggi.



Bentuk terobosan Jejaring sosial baru Kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang terus merekonstruksi diri sebisa mungkin dalam mengembangkan salah satu jejaring sosial produk dalam negeri, sehingga kiber terus dibutuhkan inovasi dan kreatifitas semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan yang lebih progress.



Salam hormat dari kami dan terima Kasih banyak buat semuanya...........

Kiber Situs Jejaring Sosial buatan anak Indonesia



Saat ini ada beberapa jejaring sosial produk dalam negeri bermunculan didunia maya, di antara jejaring sosial yang muncul itu adalah kiber, dan keberadaan kiber saat ini merupakan salah satu dari jejaring sosial yang masih tergolong baru sebagai produk dalam negeri, karena itu dukungan dan partisipasi dari semua pihak sangat diharapkan sebagai bentuk cinta produk dalam negeri.



Kemunculan jejaring sosial kiber yang masih baru lahir, dapat dikatakan masih dalam tahap balita yang perlu banyak belajar dalam berjalan membangun salah satu jejaring sosial produk dalam negeri, dengan melihat kondisi di dunia maya saat ini, ternyata jejaring sosial yang ada cenderung dikuasai jejaring sosial produk luar negeri, seperti facebook, twitter dan masih banyak lagi jejaring sosial dari luar negeri yang mendominasi di dunia maya saat ini



Kita sering melihat banyak sekali bermunculan jejaring sosial produk dalam negeri dan salah satu jejaring sosial dalam negeri yang baru lahir itu adalah kiber yang berusaha terus membangun aplikasi dan fitur sebaik mungkin, agar kedepan kiber dapat terus lebih baik dalam membangun salah satu jejaring sosial yang ada di Indonesia.



Kehadiran jejaring sosial kiber yang masih dibilang baru lahir merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial yang ada di Indonesia, dan menjadi salah satu dari beberapa jejaring sosial yang ada didunia maya saat ini, tentu peran dan dukungan sangat di nantikan dari semua pihak, agar jejaring sosial produk dalam negeri mampu berbicara ketingkat yang lebih tinggi.



Bentuk terobosan Jejaring sosial baru Kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang terus merekonstruksi diri sebisa mungkin dalam mengembangkan salah satu jejaring sosial produk dalam negeri, sehingga kiber terus dibutuhkan inovasi dan kreatifitas semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan yang lebih progress.



Salam hormat dari kami dan terima Kasih banyak buat semuanya...........

Saturday, 3 September 2011

Pandangan Islam Terhadap Wisatawan Di Hari Lebaran





Di hari lebaran banyak orang berbondong-bondong melakukan ritual wisata dadakan maupun yang sudah terencana, tentu tidak lain dan tidak bukan sebagai cara sebagian masyarakat dalam menghibur diri di hari lebaran, agar di hari lebaran yang ditetapkan sebagai hari libur nasional dapat dinikmati dengan santai dan mereguk kenikmatan di hari yang penuh berkah saat ini.


Keberadaan hari lebaran sebagai hari yang penuh suka cita dalam menghibur diri, sehingga wisata dadakan dapat di jadikan alternatif di hari lebaran yang penuh dengan aura keindahan, karena di hari lebaran punya magnet tersendiri dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, untuk melakukan wisata tahunan yang penuh hikmah.


Pergi berwisata di anggap alternatif yang tepat dalam menggunakan acara lebaran yang di anggap punya nilai kebahagiaan tersendiri, sehingga banyak tempat wisata di pantai maupun pegunungan di padati sebagian masyarakat dalam melakukan ritual kebahagiaan di hari lebaran yang di anggap punya nilai besar bagi peminat wisata, untuk meraup kebahagiaan lewat wisata yang membahagiakan di hari besar yang penuh dengan aura keberkahan.


Lalu yang menjadi pertanyaan tentang pandangan Islam terhadap wisatawan di hari lebaran?....Sebenarnya Islam tidak pernah melarang sesuatu ketika itu tidak ada mudharat, tetapi apabila ada sisi negatif yang berlebihan, tentu di dalam ajaran Islam sangat tegas untuk melarang kegiatan tersebut, sedangkan mengenai wisatawan di hari lebaran, tentu Islam tidak melarang sepanjang punya nilai positif bagi si pelaku dan jauh dari kemaksiatan yang di larang dalam ajaran Islam, tetapi apabila banyak sisi negatif dan banyak kemaksiatannya, tentu Islam akan mengharamkan kegiatan tersebut. Nah! dari sini kita di tuntut untuk bertanya pada diri sendiri sudahkah kita berpikir positif di hari lebaran saat berwisata, kalau belum berpikir positif, maka mulai saat ini menata ulang pikiran dan hati, agar terus menerus melakukan niat yang baik dalam segala hal, khususnya berwisata di hari lebaran saat ini.


Demikian tulisan singkat dari kami, hanya Allah kami berserah diri dan memohon ampun segala dosa dan kesalahan kami, Amiens........


Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Pandangan Islam Terhadap Wisatawan Di Hari Lebaran





Di hari lebaran banyak orang berbondong-bondong melakukan ritual wisata dadakan maupun yang sudah terencana, tentu tidak lain dan tidak bukan sebagai cara sebagian masyarakat dalam menghibur diri di hari lebaran, agar di hari lebaran yang ditetapkan sebagai hari libur nasional dapat dinikmati dengan santai dan mereguk kenikmatan di hari yang penuh berkah saat ini.


Keberadaan hari lebaran sebagai hari yang penuh suka cita dalam menghibur diri, sehingga wisata dadakan dapat di jadikan alternatif di hari lebaran yang penuh dengan aura keindahan, karena di hari lebaran punya magnet tersendiri dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, untuk melakukan wisata tahunan yang penuh hikmah.


Pergi berwisata di anggap alternatif yang tepat dalam menggunakan acara lebaran yang di anggap punya nilai kebahagiaan tersendiri, sehingga banyak tempat wisata di pantai maupun pegunungan di padati sebagian masyarakat dalam melakukan ritual kebahagiaan di hari lebaran yang di anggap punya nilai besar bagi peminat wisata, untuk meraup kebahagiaan lewat wisata yang membahagiakan di hari besar yang penuh dengan aura keberkahan.


Lalu yang menjadi pertanyaan tentang pandangan Islam terhadap wisatawan di hari lebaran?....Sebenarnya Islam tidak pernah melarang sesuatu ketika itu tidak ada mudharat, tetapi apabila ada sisi negatif yang berlebihan, tentu di dalam ajaran Islam sangat tegas untuk melarang kegiatan tersebut, sedangkan mengenai wisatawan di hari lebaran, tentu Islam tidak melarang sepanjang punya nilai positif bagi si pelaku dan jauh dari kemaksiatan yang di larang dalam ajaran Islam, tetapi apabila banyak sisi negatif dan banyak kemaksiatannya, tentu Islam akan mengharamkan kegiatan tersebut. Nah! dari sini kita di tuntut untuk bertanya pada diri sendiri sudahkah kita berpikir positif di hari lebaran saat berwisata, kalau belum berpikir positif, maka mulai saat ini menata ulang pikiran dan hati, agar terus menerus melakukan niat yang baik dalam segala hal, khususnya berwisata di hari lebaran saat ini.


Demikian tulisan singkat dari kami, hanya Allah kami berserah diri dan memohon ampun segala dosa dan kesalahan kami, Amiens........


Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Pandangan Islam Terhadap Wisatawan Di Hari Lebaran





Di hari lebaran banyak orang berbondong-bondong melakukan ritual wisata dadakan maupun yang sudah terencana, tentu tidak lain dan tidak bukan sebagai cara sebagian masyarakat dalam menghibur diri di hari lebaran, agar di hari lebaran yang ditetapkan sebagai hari libur nasional dapat dinikmati dengan santai dan mereguk kenikmatan di hari yang penuh berkah saat ini.


Keberadaan hari lebaran sebagai hari yang penuh suka cita dalam menghibur diri, sehingga wisata dadakan dapat di jadikan alternatif di hari lebaran yang penuh dengan aura keindahan, karena di hari lebaran punya magnet tersendiri dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, untuk melakukan wisata tahunan yang penuh hikmah.


Pergi berwisata di anggap alternatif yang tepat dalam menggunakan acara lebaran yang di anggap punya nilai kebahagiaan tersendiri, sehingga banyak tempat wisata di pantai maupun pegunungan di padati sebagian masyarakat dalam melakukan ritual kebahagiaan di hari lebaran yang di anggap punya nilai besar bagi peminat wisata, untuk meraup kebahagiaan lewat wisata yang membahagiakan di hari besar yang penuh dengan aura keberkahan.


Lalu yang menjadi pertanyaan tentang pandangan Islam terhadap wisatawan di hari lebaran?....Sebenarnya Islam tidak pernah melarang sesuatu ketika itu tidak ada mudharat, tetapi apabila ada sisi negatif yang berlebihan, tentu di dalam ajaran Islam sangat tegas untuk melarang kegiatan tersebut, sedangkan mengenai wisatawan di hari lebaran, tentu Islam tidak melarang sepanjang punya nilai positif bagi si pelaku dan jauh dari kemaksiatan yang di larang dalam ajaran Islam, tetapi apabila banyak sisi negatif dan banyak kemaksiatannya, tentu Islam akan mengharamkan kegiatan tersebut. Nah! dari sini kita di tuntut untuk bertanya pada diri sendiri sudahkah kita berpikir positif di hari lebaran saat berwisata, kalau belum berpikir positif, maka mulai saat ini menata ulang pikiran dan hati, agar terus menerus melakukan niat yang baik dalam segala hal, khususnya berwisata di hari lebaran saat ini.


Demikian tulisan singkat dari kami, hanya Allah kami berserah diri dan memohon ampun segala dosa dan kesalahan kami, Amiens........


Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........