Monday, 27 February 2012

Astaghfirullah, Politik BBM Menuju PilPres 2014




BBM merupakan permainan tidak sekedar berbentuk ekonomi, tetapi BBM sangat berpengaruh dalam mendulang suara PilPres di tahun 2014 nanti, Sehingga bermain dalam pusaran politik BBM mengandung unsur antara jatuh atau malah tinggi dengan dukungan masyarakat luas dikarenakan politik BBM yang sangat manjur dalam menggunakan kepentingan sebuah politis. Nah! saat ini rezim SBY dihadapkan antara menaikkan BBM atau tetap dengan harga semula? Ingat kenaikan BBM tidak selamanya merugikan sebuah politis. Mengingat pada pemilu 2009 SBY kembali terpilih sebagai presiden dikarenakan mampu mengolah politik BBM dengan cerdas dan tepat.

Kecerdasan SBY dan Konco-konconya mampu memberikan permainan politis dengan mencitrakan diri sebagai pengawal masyarakat kecil dari ketertindasan, Bahkan SBY tak Tanggung-tanggung mencitrakan, bahwa subsidi BBM salah sasaran. Inilah kampanye indah yang dimainkan rezim SBY dalam mengelola sebuah politis BBM dengan cerdas. Nah! ternyata di tahun 2009 SBY tetap menang dalam pemilihan presiden hanya dalam satu putaran (sungguh luar biasa).

Kenaikan BBM sudah menjadi pembicaraan hangat bagi para pejabat negara. Bahkan kampanye salah subsidi sudah mulai di gerakkan dalam mengambil pencitraan pemerintah, untuk menekan para politisi yang melawan kebijakan kenaikan BBM. Sehingga genderang oposisi pro kenaikan BBM mulai di minimalisir dengan cara kampanye Besar-besaran, bahwa subsidi BBM hanya dinikmati para pemilik motor dan mobil, padahal BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat, tentu kalau BBM naik sudah dipastikan akan memicu kenaikan barang pokok lainnya.

Genderang politik BBM sangat menentukan langkah kemenangan PilPres 2014. Sehingga kalau rezim SBY tidak mampu mencitrakan diri dan membangun sebuah opini. Bahwa subsidi BBM salah sasaran, kemungkinan besar gelombang aksi menentang kenaikan BBM akan sangat besar dan berpengaruh kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin berkurang. Inilah faktor yang menjadi bahasan ulasan tentang kenaikan BBM tidak sekedar masalah ekonomi masyarakat, tetapi lebih jauh lagi masalah politik yang sangat rawan konflik sosial.

Mengolah politik BBM kalau tidak cerdas dapat mengakibatkan sebuah tragedi berdarah, seperti era 65, 98 tak lepas dari kegagalan mengelola kenaikan BBM, sehingga memicu kenaikan Harga-harga lain. Nah! disaat ekonomi masyarakat lemah, maka sangat rentan konflik berdarah. Berangkat dari situlah rezim SBY harus pandai mengelola politik BBM, agar tidak menjadi bola liar politik yang sangat membahayakan sebuah bentuk konflik sosial.

Kalau melihat dari kesuksessan SBY dan JK saat menaikkan BBM pada waktu itu tak lepas dari pendekatan yang sangat cantik, bagaimana tidak? pada saat BBM naik melambung tinggi, pemerintah mencanangkan program BLT sebagai subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin, agar mampu memenuhi kebutuhan pokok. Sehingga kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat dan mampu menyeimbangkan kebutuhan masyarakat miskin antara pemasukan dan pengeluaran.

Lalu ada pertanyaan sederhana, bahwa pemerintah merasa negara mensubsidi masyarakat, tetapi kalau melihat sebuah permasalahan sesungguhnya. Apakah benar negara mensubsidi masyarakat atau malah masyarakat mensubsidi negara? pemerintah mengklaim bahwa negara telah memberikan subsidi kepada masyarakat dengan memberikan harga BBM super murah di banding harga pasar dunia. Sehingga disaat negara mencabut subsidi BBM, maka pemerintah mempunyai alasan, bahwa mencabut subsidi BBM dikarenakan telah terjadi pembengkakan anggaran APBN. Nah! dari situ harga BBM dinaikkan sebagai salah satu menutup pembengkakan APBN.

Lepas dari masalah subsidi mensubsidi, bahwa masyarakat telah membayar pajak kepada pemerintah. Nah! kalau pajak dan alam nusantara Indonesia di kelola dengan tepat, kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat akan tercapai tanpa menaikkan harga BBM. Inilah kewajiban pemerintah sebagai pengelola negara dalam memberikan yang terbaik buat masyarakat, bukan malah uang pajak dan alam nusantara Indonesia di korup para oknum secara berjama'ah. Sungguh tragis nasib bangsa kalau penyimpangan pajak diwariskan dari generasi kegenerasi..

Nah! uraian diatas dapat menjadi sebuah indikasi, bahwa kenaikan BBM sebagai salah satu proses menuju Pilpres 2014, apabila rezim SBY berhasil menaikkan taraf hidup masyarakat dengan menaikkan harga BBM dan mengalihkan subsidi BBM dengan program tepat sasaran, tentu keberhasilan rezim SBY akan berlangsung hingga 2014 mendatang, namun kalau mengelola kenaikan harga BBM mengalami kegagalan, karena di sebabkan malah masyarakat semakin menderita, berarti rezim SBY akan tumbang dalam PilPres 2014 nanti. Mari kita tunggu politik BBM menuju Pilpres 2014, siapa pemenang dan siapa yang tumbang? Dan Allah maha pemurah lagi maha penyayang.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
......... ...

Mengungkap Misteri Kenaikan BBM di Nusantara Indonesia



Maha guru besar Ibn Khaldun pernah menulis sebuah gagasan cerdas, bahwa kehancuran sebuah negara disebabkan antara pengeluaran dan pemasukan mulai tak berimbang, karena kemewahan para pejabat negara sudah menjadi penyakit negara, sedangkan penghasilan negara sangat menipis dan tidak mampu menutup kebutuhan para pejabat. Nah! kalau keadaan ini sudah berlangsung secara terus menerus, maka pemerintah akan mencari solusi dengan menaikkan berbagai sumber pajak, bahkan pemerintah memberikan aturan pajak baru terhadap masyarakat, padahal masyarakat punya daya beli rendah, tetapi masyarakat dipaksa membeli dengan harga tinggi, seperti kenaikan BBM yang sudah menjadi diskusi para pejabat negara saat ini, tentu kenaikan tersebut akan memicu kenaikan barang yang lain.

Kemewahan pejabat negara sungguh telah mengakibakan kerusakan sebuah bangsa. Mengingat kemewahan pejabat diduga hasil dari tindakan tidak halal. Nah! kalau itu sudah mewabah dalam kehidupan para pejabat bangsa Indonesia. Maka bangsa Indonesia sedang mengalami masa tua, apabila itu berlanjut secara terus menerus dari generasi kegenerasi, maka kemungkinan besar keutuhan bangsa Indonesia sulit dipertahankan. Karena bangsa demikian telah mengalami penyakit kronis yang tidak dapat di sembuhkan, kecuali ada pembaharuan dan pola pandang baru menentang segala hasil kemewahan para pejabat yang diperoleh dari cara haram.

Kenaikan BBM sangat membahayakan ekonomi bangsa Indonesia, mengingat masyarakat kecil punya daya beli sangat rendah, tetapi kalau pemerintah nekad menaikkan harga BBM, tentu ini akan menjadi gejolak sosial, apalagi masyarakat Indonesia dihadapkan dengan kondisi para pejabat yang sudah terkena penyakit korupsi secara berjama'ah, Nah! dari kejadian ini akan memicu ketidak-percayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin melebar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kalau ketidak-percayaan sudah terjadi dalam kehidupan masyarakat secara luas, kemungkinan besar masyarakat akan menolak dengan jalan tidak sekedar diam, tetapi aksi akan menjadi jalan akhir masyarakat terhadap pemerintah yang sudah mengalami masa tua.

Bangsa Indonesia memang masih terlihat muda dibanding bangsa yang sudah berdiri lama. karena umur bangsa Indonesia belum mencapai seratus tahun, tetapi karakter para pejabat negara dengan pro kemewahan dan melakukan berbagai tindak tidak terpuji. Inilah pembuat akibat bangsa Indonesia sedang mengalami masa tua dan berpenyakitan. Kalau ini terus mewabah dalam kehidupan para pejabat, kemungkinan kerusakan bangsa Indonesia akan terlihat sedikit demi sedikit, namun akhirnya penyakit tersebut membawa dampak kehancuran sebuah bangsa, sebab tidak ada sebuah bangsa abadi di alam semesta, semua punya umur dan mengalami masa kehancuran dan kerusakan.

Melihat kondisi bangsa Indonesia semakin semrawut disebabkan penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme telah mengakibatkan kerusakan ekonomi bangsa Indonesia, karena uang negara yang sudah semestinya diperuntukkan kepentingan masyarakat kecil, tetapi ternyata hanya dinikmati segelintir golongan pengelola negara. Nah! inilah penyebab utama kerusakan sebuah bangsa sejak zaman dahulu kala sampai saat ini.

Selain tindak korupsi ada yang lebih berbahaya dari tindakan tersebut. Nah! yang paling membahayakan adalah dampak dari sebuah tindak korupsi, sebab tindak korupsi inilah yang akan menjadi pemicu hal baru. karena disaat tindak korupsi melanda dalam kehidupan masyarakat, maka disitu ada letak ketidak-percayaan masyarakat terhadap pemerintah, kalau krisis kepercayaan itu terus berlanjut dalam kehidupan masyarakat, tidak menutup kemungkinan gaung revolusi akan berkumandang diseluruh nusantara Indonesia.

Keberadaan ekonomi sangat urgen bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Bahkan hidup dan mati sebuah negara tak lepas dari kondisi ekonomi, kalau ekonomi sebuah negara baik, maka negara tersebut sedang mengalami masa kejayaan, tetapi disaat ekonomi memburuk berarti pertanda kerusakan sebuah bangsa sudah dekat dan tinggal menunggu hitungan waktu atas kehancuran sebuah bangsa.

Kenaikan BBM tak lepas dari sekedar laju kenaikan dalam kisaran tingkat Internasional, tetapi kenaikan BBM juga disebabkan tindak korupsi dan kemewahan sudah merajalela dalam kehidupan para oknum pejabat. Nah! inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah sebelum mengambil langkah menaikkan harga BBM, sebab dampak kenaikan BBM tidak hanya sebatas permasalahan ekonomi, tetapi akan memicu permasalahan politik dan menjadi sebuah genderang aksi penentangan lewat berbagai media, gerakan massa maupun bentuk lainnya dan akan terus menjadi bola panas politik tanpa ujung, apabila pemerintah Benar-benar melakukan sebuah tindak menaikkan harga BBM tanpa dibarengi solusi dalam mengambil langkah yang tepat. Dan Allah maha tahu segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)................... ....

Waspada, Kenaikan BBM Memicu Konflik Sosial




Kenaikan BBM mulai menjadi diskusi hangat bagi para pejabat negara. Mengingat kenaikan BBM sangat berpengaruh dengan bertambahnya kemiskinan masyarakat Indonesia. Karena itu perlu ada sebuah rumusan yang cerdas dalam menyikapi sebuah permasalahan kenaikan BBM.

Dengan rencana kenaikan BBM dari pemerintah, tentu akan menambah beban masyarakat pada umumnya, apalagi BBM sudah menjadi bahan pokok. sehingga pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menyikapi kenaikan BBM dengan bijak.

Kenaikan BBM akan menambah kesulitan masyarakat bawah, sebab kenaikan BBM juga akan memicu dengan kenaikan harga lain, sungguh kebijakan menaikkan BBM merupakan langkah yang super sulit. Mengingat ketika harga BBM naik, tentu akan menjadi sumber pemicu kenaikan yang lain.

Lalu bagaimana pemerintah mengambil langkah mengatasi laju kenaikan barang selain BBM? Nah! inilah tanggung jawab pemerintah, apabila pemerintah berani menaikkan BBM, agar kedepan kenaikan BBM tidak memunculkan sumber konflik baru.

Kenaikan BBM tidak hanya menambah masalah kenaikan barang yang lain, tetapi di saat salah sasaran dalam menaikkan BBM di khawatirkan ada ketimpangan ekonomi antara masyarakat bawah dengan atas, sehingga gejolak masyarakat bawah menentang penguasa dapat terjadi akibat dari kenaikan BBM.

Memang memperihatinkan kenaikan BBM kalau tidak ada penyeimbang ekonomi Indonesia. Karena kenaikan BBM di duga akan memunculkan permasalahan baru, tidak sekedar masalah ekonomi, tetapi menuju sebuah gejolak sosial dalam menentang kebijakan sang penguasa.

Sejarah kenaikan BBM tak lepas dari aksi berbagai elemen anak bangsa, baik dari mahasiswa, ormas. LSM maupun yang lain dalam menentang kebijakan kenaikan BBM. Karena di anggap kenaikan BBM akan menyengsarakan masyarakat kecil.

Nah! kalau sudah dari permasalahan ekonomi menuju konflik sosial, tentu negara dalam keadaan gawat. Inilah gambaran yang harus menjadi perhatian para penguasa sebelum mengambil kebijakan kenaikan BBM. Bahkan ada alasan subsidi BBM hanya di nikmati golongan yang punya kendaraan motor dan mobil, tetapi yang perlu menjadi catatan, bahwa BBM sudah menjadi bahan pokok masyarakat bangsa Indonesia. Sehingga kalau BBM naik harus ada kebijakan yang arif dari pemerintah dalam menjamin keberlangsungan masyarakat bawah, akibat dari kenaikan harga BBM, agar masyarakat bawah tidak terkena dampak buruk atas kenaikan BBM.

Lalu bagaimana pemerintah mengatasi dampak buruk kenaikan BBM bagi masyarakat bawah? Nah! tentu dengan cara ada jaminan sosial atau dengan bentuk program lain, agar masyarakat bawah tidak mengalami dampak buruk atas kenaikan harga BBM tersebut, tetapi kalau program pemerintah gagal di dalam menanggulangi dampak buruk BBM, maka kemungkinan besar kemiskinan akan bertambah lebih luas, akibat dari kenaikan harga BBM. Dan Allah maha tahu segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)................... ...

Miris! FPI Vs Preman Kalteng




Sungguh tragis nasib kebebasan berorganisasi di Indonesia, sejak muncul aksi sejumlah oknum preman di Kalteng dalam melakukan sebuah penolakan dengan membawa berbagai senjata tajam, mandau, tombak dan berbagai senjata lainnya, dengan peristiwa tersebut telah menciderai kerukunan antar sesama anak bangsa.

Aksi para preman semakin Terang-terangan di berbagai daerah maupun kota. Bahkan ada dugaan aksi premanisme di kalteng saat mengusir FPI telah melibatkan sejumlah pejabat di Kalteng. Sungguh peristiwa ini sangat mengerikan di era kebebasan dalam berorganisasi, apalagi pada saat itu para petinggi FPI berencana mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi ternyata malah di hadang sejumlah preman dengan persenjataan lengkap.

Dengan peristiwa sejumlah preman menghadang FPI telah mengakibatkan citra buruk bangsa Indonesia dalam mengemban amanah sebagai negara demokrasi terbesar di tingkat lokal maupun Internasional, apalagi kalau peristiwa pengusiran organisasi ini terus mewabah menjadi penyakit kanker di negeri Indonesia, tentu sangat meresahkan keharmonisan bangsa di tengah-tengah keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keberagaman bangsa Indonesia sudah tertuang dalam falsafah "Bhinneka Tunggal Ika", sudah seharusnya menjadi acuan anak bangsa dalam menghadapi segala perbedaan. Sehingga tidak ada bahasa premanisme dalam menolak keberadaan suku, agama, golongan dan berbagai perbedaan lain, agar kedepan tidak ada Cara-cara melegalkan bentuk kekerasan dengan mengatasnamakan simbol tertentu, seperti peristiwa di Kalteng dengan mengatasnamakan masyarakat Dayak, padahal tidak semua masyarakat Dayak menolak kedatangan FPI, tetapi melihat dari cara penolakan yang sangat mengerikan di duga para premanlah yang melakukan aksi penolakan FPI di Kalteng.

Dugaan lebih jauh lagi dalam pengusiran petinggi FPI di Kalteng. ternyata tidak hanya sebatas mengusir FPI di Kalteng, tetapi ada dugaan aksi preman menentang FPI saat menghadiri Maulid Nabi mengarah sebuah rencana pembunuhan. Mengingat dalam pengusiran tersebut di duga ada sejumlah preman membawa berbagai senjata tajam, mandau, tombak dan berbagai senjata lainnya.

Dengan peristiwa FPI menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW dan terjadi pengusiran di bumi Kalteng merupakan salah satu bentuk pelanggaran kebebasan berorganisasi, apalagi ada motif percobaan pembunuhan. sehingga dengan peristiwa tersebut harus sesegera mungkin di usut secara gamblang, agar tidak terjadi pengusiran maupun percobaan pembunuhan oleh para preman dalam mengambil langkah sepihak.

Nah! dari tulisan di atas semoga bangsa Indonesia terbebas dari penyakit kebencian terhadap kelompok tertentu, agar kedepan bangsa Indonesia terjadi sebuah kerukunan dalam kehidupan masyarakat, dan tentu menghargai sebuah perbedaan dengan arif dan bijaksana, agar tidak terjadi premanisme dalam mengambil langkah perbedaan. Mengingat bangsa Indonesia mencakup keberagaman suku, agama, dan golongan. Dan Allah maha pemurah lagi maha penyayang.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)................... ........ ..

Media "Peliharaan Demokrat Yang Sulit di Kontrol".





Media sebagian besar di kuasai para penguasa dan para hartawan, tetapi dalam perjalanan media tidak semua pemberitaan sesuai dengan harapan mereka yang menjaga dan memelihara keberadaan media. Mengingat media juga punya kepentingan selain dari para donoratur maupun kepentingan para penguasa. Sehingga terkadang media susah di kontrol para pemegang tampuk kekuasaan, malah yang terjadi media mengebiri keberadaan para penguasa negeri tersebut.

Sungguh ironis media di pelihara sang penguasa, padahal media seharusnya independen dalam memberitakan sebuah berita, sehingga menghasilkan berita yang berimbang dan objektif dalam pembirataan, tetapi yang paling unik, ternyata tidak selamanya media dapat di kontrol sesuai dengan kepentingan penguasa dan hartawan. Nah! dari sinilah media terlihat liar dan sulit di kontrol para pemegang tampuk kekuasaan, sehingga untuk mensiasati kondisi tersebut, maka Undang-undang di buat para penguasa dengan tujuan mengontrol berbagai media, agar sesuai dengan kepentingan pemegang tampuk kekuasaan.

Nah! Saat ini pemegang tampuk kekuasaan adalah partai demokrat, sehingga keberlangsungan media sebagian besar di pelihara Demokrat, tentu tidak lain dan tidak bukan semua pemberitaan demi kepentingan para pemegang tampuk kekuasaan, tetapi dalam perjalanan media dalam pemberitaan tidak semua dapat di kontrol. Bahkan nyaris ada sebagian media malah menyerang Demokrat sebagai pemegang tampuk kekuasaan,

Peristiwa di atas dapat di ibaratkan, bahwa Demokrat sedang memelihara kucing, tetapi kucing yang di pelihara malah menggigit sang pemelihara. Ketika kondisi itu terjadi, maka sang pemelihara akan memberikan sangsi atau menertibkan kondisi dengan cara membuatkan kandang kucing, agar tidak menggigit lagi sang pemelihara kucing tersebut. Nah! disitulah tidak selamanya media yang di pelihara para penguasa taat kepada perintah sang juragan. Namun di saat sang peliharaan mengalami kondisi liar dan brutal, maka segala sangsi siap menjerat hewan peliharaan sang juragan.

Kalau berbicara mengenai peran media dalam menghadapi masa sulit partai Demokrat saat ini, tentu masih sangat efektif dan menguntungkan partai Demokrat, bagaimana tidak? di saat masyarakat ingin melihat permasalahan kasus suap wisma Atlet SEA Games. Mengingat kasus tersebut melibatkan para petinggi Demokrat, tetapi dengan cepat media mengalihkan isu kepermasalahan FPI di Kalteng. Sehingga sejenak masyarakat membicarakan FPI saat di usir dari tanah Kalteng. Inilah bentuk prestasi positif media terhadap Demokrat, sehingga walaupun media agak sulit di kontrol, tetapi paling tidak media dapat memberikan keuntungan yang berharga bagi partai Demokrat, agar masyarakat terpecah dengan pembirataan konflik FPI saat di usir di Kalteng.

Keberadaan media memang sangat urgen bagi kursi kekuasaan, apalagi media dapat memberikan pencitraan positif terhadap pemegang tampuk kekuasaan, sehingga keberadaan media tentu di pelihara Demokrat sebagai alat pengalihan isu, walaupun terkadang media sulit dikendalikan, tetapi paling tidak media dapat menggiring opini masyarakat di saat Demokrat menghadapi permasalahan pelik dalam tubuh partai tersebut.

Media merupakan peliharaan Demokrat yang sulit di kontrol, sehingga terkadang sang pemelihara juga jengah melihat kelakuan media, walaupun media terkadang juga menguntungkan partai Demokrat, tetapi memang memelihara hewan atau apapun itu bentuknya tak lepas dari untung dan rugi. Nah! kalau begitu Demokrat memelihara media menghasilkan keuntungan atau kerugian? Kalau Demokrat lagi tertawa, berarti dia sedang mengalami keuntungan, tetapi kalau di saat Demokrat sedang menangis, berarti dia sedang mengalami kebangkrutan. Dan Allah maha tahu segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
......... .........