Monday, 4 January 2016

Geguritan Supaos Perawat


Dening Khoirul Taqwim

Suster panjenengan abdikan nyawa
Tanpa lelah satembung bahasa
soca panjenengan tertoreh sendu
mriksani yektos dipunmajeng panjenengan
labet perih dipunjaja
panjenengan abaikan ambakan panjenengan
Demi supaos pengabdian

Lara perih
gerah pilu rekaos pasien
usada panjenengan tancapkan direlung sel lebet
kedhanganan ingkang panjenengan harap
Demi supaos mulia

Dhangan
Ucapan ketulusan lebet nurani
panjenengan sebat salajeng lebet lembat rupa panjenengan
Kuharu
adalem bektos
Pengabdianmu adalem catet lebet sajak kawula

Suster
Untaian bahasa kawula ucap
Demi supaos perawat

Sunday, 3 January 2016

Mensinergikan Teks Dan Konteks Dalam Islam


By: Khoirul Taqwim

Benturan teks dan konteks terkadang terjadi di sebabkan salah dalam menerjemahkan atau salah dalam pemahaman sebuah teks dengan konteks secara tepat. Sehingga mengakibatkan sebuah ketidaksamaan dalam pemahaman secara benar, berangkat dari sinilah di butuhkan sebuah ta'wil secara tepat dalam memahami antara teks dan konteks.

Islam merupakan agama wahyu sebagai pedoman manusia, tetapi dalam perjalanan Islam terdapat berbagai halangan dari kaum yang tidak menyukai atas kehadiran Islam. Namun apapun itu Islam sampai hari ini tetap berdiri tegak dan kokoh di bumi Allah. Inilah anugerah terbesar bagi umat Islam saat melihat bangunan Islam begitu besar dalam realita kehidupan.

Perjalanan umat Islam di lihat dari sebuah sejarah besar, ternyata telah mengalami berbagai perbedaan pemahaman sejak di masa sahabat nabi. Sehingga kita mengenal dengan istlah Khawarij, Murji'ah, dan Syi'ah. Ketiga kelompok inilah sebagai cikal bakal sebuah perbedaan umat Islam yang lebih luas lagi dalam pemahaman tentang ajaran Islam.

Memang perbedaan merupakan sebuah rahmat agung, apabila umat Islam mampu menghargai sebuah perbedaan dengan dewasa dan tanggung jawab di setiap menghadapi sebuah perbedaan. Namun kalau sebuah perbedaan di anggap destruktif, tentu akan menghasilkan sebuah kekacauan di segala aspek kehidupan, sekaligus mengakibatkan kehancuran dalam tubuh umat Islam itu sendiri.

Perbedaan umat Islam di sebabkan sebuah multi ta'wil antara teks dan konteks tidak sejalan dengan kelompok lain. Dari sinilah umat Islam mengalami sebuah perbedaan dalam tatanan hukum maupun dalam bentuk tatanan yang lain.

Islam mengajarkan tentang sebuah kebenaran harus di tegakkan dalam kondisi apapun. Namun dalam ranah realita kehidupan, ternyata dalam tatanan masyarakat telah mengalami destruktif akhlak di sebabkan kecenderungan masyarakat mengejar profan dan meninggalkan kehidupan sakral.

Melihat perbedaan pandangan umat Islam dalam memahami tentang ajaran Islam, ternyata di sebabkan antara teks dan konteks dalam pemahaman tidak sejalan. Sehingga dapat di tebak kerancuan paradigma berpikir mengalami sebuah perbedaan yang mencolok dan menghasilkan sebuah kerancuan tatanan dalam realita kehidupan.

Multi ta'wil dalam kehidupan umat Islam merupakan sebuah rahmat yang agung, kalau antara teks dan konteks dapat di sinergikan dengan cerdas dalam mengambil sebuah kesimpulan, untuk di jadikan sumber dari segala sumber. Namun kalau multi tafsir terdapat sebuah semangat sekte buta dalam melakukan sebuah kajian tentang Nilai-nilai ke-Islaman, tanpa melihat sebuah kebenaran haqiqi. Maka sudah dapat di tebak proses dalam penafsiran tentang teks akan mengalami sebuah istilah liberal dalam menghasilkan sebuah tatanan hukum.

Kalau istilah ta'wil liberal sudah menyusup dalam dunia Islam. Maka akan terjadi sebuah dilema besar bagi tatanan lehidupan msayarakat dan tidak dapat di pungkiri kerusakan dalam ta'wil teks maupun konteks akan terjadi sebuah kerancuan dalam tatanan hukum maupun dalam tatanan lain.

Berangkat dari tulisan di atas di butuhkan sebuah terobosan yang cerdas dalam mensinergikan antara teks dan konteks dalam menghasilkan sebuah bangunan Islam, agar umat Islam mendapatkan sebuah ta'wil antara teks dan konteks dan saling melengkapi sebuah kehidupan profan dengan kehidupan sakral.

Mensinergikan teks dan konteks dalam tubuh Islam merupakan sebuah jalan pencapaian keseimbangan dalam menatap masa depan. Sehingga Islam dapat di rasakan sebuah keharmonisan kehidupan dalam tatanan keindahan dan menghasilkan sebuah bentuk bangunan secara kaffah.

Semoga Allah memberi jalan petunjuk kepada kebenaran dengan anugerah dan kemuliaan-NYA, Amiin............

Sobat, Pernikahanmu Adalah Do'a Dalam Daku


By: Khoirul Taqwim

Mendung nampak indah diantara semak-semak pegunungan dihari pagi yang berseri ini, tak ada angin, tak ada petir, aku mendengar pernikahanmu didunia maya, aku begitu bahagia mendengarnya dikala hari bersejarah dalam hidupmu telah tiba.

Lewat dunia maya, pagi tanpa basa-basi mengabarkan lewat alam dengan lintas batas darat, air, udara dan tanah mengabarkan tentang pernikahan indahmu disana. Sungguh hatiku merasa terhenyak, campur bahagia dalam diri kumendengar tentang kabar indahmu.

Waktu berjalan tanpa arah yang tak menentu, bahkan waktu yang sudah terlewati puluhan tahun, kenapa masih segar ingatanku tentangmu? mungkin itulah anugerah Ilahi dalam menatap sebuah perjalanan tentang kehidupan, agar kita selalu mencerna sebuah persoalan dengan arif dan bijaksana.

Berbuat kebajikan terhadap sesama adalah ajaran agung yang tertulis sejak manusia lahir dimuka bumi, semenjak itulah manusia diberi kemerdekaan dalam menentukan nasib, untuk menentukan pasangan dalam diri, agar memperoleh ridha dari sang maha pencipta segala.
Pernikahan adalah perjalanan manusia seutuhnya dalam mengemban amanah sebagai makhluk hidup, untuk saling percaya antar satu sama lainnya, terutama sesama kekasih dalam balutan cinta suci mulia yang diajarkan lewat kitab suci Al-Qur'an.

Indah, itulah bahasa yang tepat dalam menggambarkan pernikahanmu dengan jantung hatimu, agar kelak suatu saat dikau mampu memberikan generasi terbaik bagi umat manusia dalam menatap masa depan sebuah bangunan yang lebih mencerahkan, untuk membangun peradaban manusia yang lebih agung.

Lewat tulisan sederhana ini, kuabadikan pernikahanmu, agar menjadi sebuah secercah kenangan tentang perjalanan hidup barumu dalam menunaikan ibadah suci yang sesuai dengan mimpi-mimpi yang telah lama terpendam dalam ruh dan jasadmu.

Sobat, akhir kata dari tulisan saya, bahwa kita telah lama saling mengenal dalam sebuah perjalanan peta hidup yang tak pernah kupahami sedikitpun dalam jiwa maupun jasadku, untuk mengenal lebih jauh lagi tentang sebuah makna cita maupun cinta, tetapi dengan kabar lewat alam maya ini, akhirnya aku tahu cita dan cinta telah bersandar untukmu, aku mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga engkau bahagia disana, Amiin...

Do'aku, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan berkah tentang cita cinta selalu di hati sobatku, agar mereka saling mencintai dikala dekat, menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala sedih. Ya! Allah daku berdo'a untuk-MU, Sempurnakanlah kebahagiaan sobatku dengan menjadikan pernikahan mereka, sebagai tanda bakti cinta kepada-MU dan rasul-Mu, Amiin......

Saturday, 2 January 2016

Geguritan Ayat Qauliyah ugi Kauniyah


Dening: Khoirul Taqwim

Alam berguncang
Aliran debu bertebaran teng pasuryan-pasuryan kesugengan
Flora Fauna sekarat diterpa ombak samodran
dinten punika manusia pitaken-ndangu
wonten punapa kaliyan alamku?
ingkang kian garang menyongsong dikala senja

Tahukah panjenengan wahai manusia
Bumi ingkang tercipta kaliyan kesempurnaanipun
sampun panjenengan risak kaliyan asta-asta panjenengan
ngantos dinten menika
rawuha gelombang tsunami
rawuha wedus gembel saking redi-redi inggil menjulang
ugi daratan dados samodran kemurkaan

Usaplah rupa panjenengan
midhangeta bisikan nurani panjenengan
punapa ingkang sampun panjenengan tumindakaken salebetipun menika?
ngantos rawuha karisakan bumi
saksampune tercipta kaliyan sae

Waosa!
Ayat Qauliyah
supados jiwa panjenengan tenang
menawi Allah sampun mencipta manusia lebet bentukkesempurnaan
lajeng dipunkonduraken kepanggen ingkang saandhap-andhapipun
kajawi piyambakipun sedaya ingkang ngapitadosan

Waosa!
Ayat Kauniyah
supados panjenengan nggalih
menawi Allah badhe mriksakaken piyambakipun sedaya tanda-tanda kekuwaosan
dipunsamukawis wilayah bumi ugi wonten salira piyambakipun sedaya piyambak
ngantos pertela wonten piyambakipun sedaya
menawi Al-Quran yaiku: kekasinggihanan

Adalem serat tentang kesugengan
ingkang muncul saking lubuk jiwa
sareng Ayat Qauliyah ugi Kauniyah

Thursday, 31 December 2015

Geguritan: 22 Oktober, Dinten Santri


Dening: Khoirul Taqwim

22 Oktober
dinten Santri sampun tiba
Hening cipta berkumandang teng negeri khatulistiwa
kagem ngenget jasa-jasa para Santri
lebet labet agami ugi nagari

Udara ketenangan kraos
dipunkala kerawuhan dinten Santri
mekaten ugi angin kekendel sakedhap
dipunkala menyambut dinten Santri
kaliyan wontenipun dinten Santri
Menimbulkan setunggal renungan agung
kagem umat manusia sawetahipun

Rumiyin kala
dipunkala para Santri berjuang
ngantos dumugining seda
lebet mengsah penjajahan bangsa asing
sedaya dipuntumindakaken tanpa pangangkah
punika ngungkuk semangat para Santri dikala punika

Kesunyian dalu menika
mboten kraos waspa
Mengalir dipangkuan bumi pertiwi
dados bektos mengenang para Santri
Dikala punika kaliyan senjata sawontenipun
Berjuang kemedan tempur
lebet menempuh resolusi Jihad
Demi kebangkitan nusa ugi bangsa
mila sampun saprayoginipun
kita sedaya mengenang piyambakipun sedaya

Dinten menika
adalem serat sejarah agung teng dinten santri
Disaksikan yuta-yuta kartika diangkasa
Disaksikan udara asrep menggigil
sedaya kraos alam menyambut dinten santri
dados dinten mengenang para Santri
dados dinten pahlawan khatulistiwa
dados dinten kebangkitan umat
Dinegeri maritim kaliyan dasan ewu
Berjajar pulau-pulau saking Sabang ngantos Merauke

Adalem serat dipundalu gelap gulita
dipunrencangi semangat ngijem
dados tanda kesuburan alam Nusantara
ingkang penuh kemakmuran
ingkang tiada tara kekayaannya

Dinten Santri
kaliyan kopyah cemeng dipunmustaka
sarungan dados simbol kekiyatan
kagem mengsah samukawis tirani
lebet ngekahi kemerdekaan
ingkang sampun dipunwungu para pangrumiyin negeri

Kaliyan kewontenan dinten Santri
saged dipundadosaken semangat introspeksi
lebet mengeja langkah salajengipun
Demi kejayaan
Demi kemerdekaan
ugi sampun sakedahipun
kita sedaya saged mundhut
Suri tauladan ingkang sae
kaliyan wontenipun dinten Santri
kala menika ugi salaminipun

Mugi-mugi dinten Santri
ngampil rahmat ugi nikmat
ugi ngampil keberkahan
lebet ngamalaken samukawis kebajikan
Demi kamajengan, keadilan, ugi kemakmuran
kagem rakyat Nusantara
Amin.......