Saturday, 16 October 2010

Buatan Negeri dan Luar di Alam Demokrasi



Saat ini bangsa kita dalam kondisi yang di cengkeram para kapital (pemodal), ironisnya yang menguasai ini adalah bangsa luar yang saat ini mendominasi di segala aspek kehidupan masyarakat secara luas, mungkin dalam benak kita selalu bertanya kenapa kita tak dapat bangkit minimal menyamai bangsa amerika, eropa atau sejenisnya apa ini sudah takdir atau memang kita punya akal yang tak secerdas mereka?…..pertanyaan itu sering muncul dalam benak dan terkadang mengganggu kinerja otak yang seharusnya bahagia, tetapi agak terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Demokrasi membentuk kita menuju pembebasan dari segala aspek kehidupan, tetapi apakah kita sudah bebas dari keterpurukan?……bahkan terkadang sadar atau tidak sadar ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa tehnologi merupakan kemajuan bangsa, lalu apa yang ada saat ini kita selalu menjadi penyandang terbesar pengguna bukan kreator dan sampai kapan kita akan mendapat predikat seperti itu?:….(pertanyaan yang susah di jawab)

Hmm..pertanyaan yang terus bergulir dalam hati dan merenung di sudut-sudut meja tentang memahami beberapa pertanyaan yang bisa di bilang membangun untuk berpikir, tetapi sekaligus juga mengganggu alam psikis yang menjadi tidak stabil.

Dari beberapa pertanyaan tadi yang menjadi pertanyaan terbesar adalah bagaimana cara kita mengusir ekspansi barat belanda dan sekutunya di waktu tahun 1945?…padahal di kala itu kita menggunakan bambu runcing dan sejenisnya dalam melawan penjajahan, karena pada saat itu kita sadar bahwa kita telah di jajah bangsa barat dan kita harus melawan walau dengan alat seadanya dan saat itu kita bersatu dalam satu komando anti imperialisme.

Mungkin ada yang ingin bertanya lagi apa hubungan antara kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan ekonomi?….keduanya saling berkaitan dan saling melengkapi, sebab sebuah bangsa merdeka jika ekonomi masyarakat jauh dari kesejahteraan berarti kita dalam keterbelakangan dan di situ ada ketidak-adilan (penjajahan ekonomi).

Kita kembalikan tentang masalah buatan luar negeri menguasai kita dan kita seakan-akan tak berdaya, karena mereka canggih di segala aspek, tak ada satu jalan melawannya kalau tidak dengan jalan kebersamaan menyatu dan sadar akan pentingnya buatan negeri walau kwalitas tak sebanding, tetapi paling tidak kita punya kedepan bahwa kita harus bangun dan bangkit.

Ulasan sederana ini dari kami Jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com) buatan anak bangsa Indonesia mengucapkan terima kasih banyak buat semuanya salam hornat dari kami.

Buatan Negeri dan Luar di Alam Demokrasi



Saat ini bangsa kita dalam kondisi yang di cengkeram para kapital (pemodal), ironisnya yang menguasai ini adalah bangsa luar yang saat ini mendominasi di segala aspek kehidupan masyarakat secara luas, mungkin dalam benak kita selalu bertanya kenapa kita tak dapat bangkit minimal menyamai bangsa amerika, eropa atau sejenisnya apa ini sudah takdir atau memang kita punya akal yang tak secerdas mereka?…..pertanyaan itu sering muncul dalam benak dan terkadang mengganggu kinerja otak yang seharusnya bahagia, tetapi agak terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Demokrasi membentuk kita menuju pembebasan dari segala aspek kehidupan, tetapi apakah kita sudah bebas dari keterpurukan?……bahkan terkadang sadar atau tidak sadar ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa tehnologi merupakan kemajuan bangsa, lalu apa yang ada saat ini kita selalu menjadi penyandang terbesar pengguna bukan kreator dan sampai kapan kita akan mendapat predikat seperti itu?:….(pertanyaan yang susah di jawab)

Hmm..pertanyaan yang terus bergulir dalam hati dan merenung di sudut-sudut meja tentang memahami beberapa pertanyaan yang bisa di bilang membangun untuk berpikir, tetapi sekaligus juga mengganggu alam psikis yang menjadi tidak stabil.

Dari beberapa pertanyaan tadi yang menjadi pertanyaan terbesar adalah bagaimana cara kita mengusir ekspansi barat belanda dan sekutunya di waktu tahun 1945?…padahal di kala itu kita menggunakan bambu runcing dan sejenisnya dalam melawan penjajahan, karena pada saat itu kita sadar bahwa kita telah di jajah bangsa barat dan kita harus melawan walau dengan alat seadanya dan saat itu kita bersatu dalam satu komando anti imperialisme.

Mungkin ada yang ingin bertanya lagi apa hubungan antara kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan ekonomi?….keduanya saling berkaitan dan saling melengkapi, sebab sebuah bangsa merdeka jika ekonomi masyarakat jauh dari kesejahteraan berarti kita dalam keterbelakangan dan di situ ada ketidak-adilan (penjajahan ekonomi).

Kita kembalikan tentang masalah buatan luar negeri menguasai kita dan kita seakan-akan tak berdaya, karena mereka canggih di segala aspek, tak ada satu jalan melawannya kalau tidak dengan jalan kebersamaan menyatu dan sadar akan pentingnya buatan negeri walau kwalitas tak sebanding, tetapi paling tidak kita punya kedepan bahwa kita harus bangun dan bangkit.

Ulasan sederana ini dari kami Jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com) buatan anak bangsa Indonesia mengucapkan terima kasih banyak buat semuanya salam hornat dari kami.

Thursday, 30 September 2010

Jejaring Sosial Buatan Indonesia



Hitungan hari kehari makin marak saja jejaring sosial dari luar negeri membanjiri dunia maya, khususnya masyarakat Indonesia yang menjadi pasar terbesar sebagai predikat pengguna jejaring sosial.

Sebuah kabar yang baik ketika masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dunia maya, bahkan dari desa maupun perkotaan sudah menggunakannya, tetapi kalau hanya sebagai konsumen terbesar tentunya akan menjadi ironis, sebab sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya hanya sebagai obyek belaka, tetapi mampu berperan aktif juga sebagai subyek perubahan.

Lahirnya jejaring sosial buatan Indonesia merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, walau tentunya masih banyak kekurangan apabila dibanding sekelas facebook, twitter dan sejenisnya yang sudah punya nama besar di kancah dunia maya, tetapi hadirnya beberapa jejaring sosial Indonesia paling tidak mampu memberi warna dan mampu menunjukkan bahwa anak bangsa juga dapat membuat jejaring sosial walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini.

Hadirnya Jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com ) salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang saat ini makin marak saja, tetapi team kiber sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan fitur maupun aplikasi didalamnya, sehingga saat ini terus berupaya membangun secara maksimal, agar kedepannya dapat lebih baik.

Keberadaan Jejaring sosial kiber merupakan buatan anak bangsa yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan karya sebaik mungkin.

Tulisan singkat ini kami tutup dengan ucapan terima kasih banyak yang sudah bergabung di Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com) dan kami juga mengucapkan mohon ma’af apabila belum bisa menampilkan yang lebih baik dari harapan para member jejaring sosial kiber.

Jejaring Sosial Buatan Indonesia



Hitungan hari kehari makin marak saja jejaring sosial dari luar negeri membanjiri dunia maya, khususnya masyarakat Indonesia yang menjadi pasar terbesar sebagai predikat pengguna jejaring sosial.

Sebuah kabar yang baik ketika masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dunia maya, bahkan dari desa maupun perkotaan sudah menggunakannya, tetapi kalau hanya sebagai konsumen terbesar tentunya akan menjadi ironis, sebab sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya hanya sebagai obyek belaka, tetapi mampu berperan aktif juga sebagai subyek perubahan.

Lahirnya jejaring sosial buatan Indonesia merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, walau tentunya masih banyak kekurangan apabila dibanding sekelas facebook, twitter dan sejenisnya yang sudah punya nama besar di kancah dunia maya, tetapi hadirnya beberapa jejaring sosial Indonesia paling tidak mampu memberi warna dan mampu menunjukkan bahwa anak bangsa juga dapat membuat jejaring sosial walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini.

Hadirnya Jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com ) salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang saat ini makin marak saja, tetapi team kiber sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan fitur maupun aplikasi didalamnya, sehingga saat ini terus berupaya membangun secara maksimal, agar kedepannya dapat lebih baik.

Keberadaan Jejaring sosial kiber merupakan buatan anak bangsa yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan karya sebaik mungkin.

Tulisan singkat ini kami tutup dengan ucapan terima kasih banyak yang sudah bergabung di Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com) dan kami juga mengucapkan mohon ma’af apabila belum bisa menampilkan yang lebih baik dari harapan para member jejaring sosial kiber.

Friday, 24 September 2010

Jejaring Sosial Kiber



Peluncuran Jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com ) menuai tanggapan yang beragam, ada yang mendukung dan ada pula yang mengkritik keberadaan jejaring sosial kiber, lepas dari itu semua kiber merupakan jejaring sosial Indonesia yang saat ini terus membenahi diri dan menutup kekurangan sedikit demi sedikit agar keberlangsung jejaring sosial kiber dapat berlangsung dengan baik.

Kritik yang diarahkan kekiber mulai dari membandingkan dengan facebook, twitter dan jejaring sosial sejenisnya, ini merupakan kritik yang membangun agar kedepannya kiber mampu lebih baik dan mengarah menuju jejaring sosial yang lebih profesional, tentu itu pekerjaan berat bagi team kiber agar terus berusaha progress dan cerdas dalam membangun salah satu keberadaan jejaring sosial Indonesia.

Saat ini yang bergabung dengan member Jejaring sosial kiber sudah mencapai ribuan, tentu itu merupakan tahap awal yang positif agar kedepannya kiber dapat membenahi diri dan terus membangun secara menyuluruh aplikasi dan fitur-fiturnya.

Tampilan halaman muka kiber berbeda dengan jejaring sosial lainnya, agar kiber tidak terkesan hanya ikut-ikutan dengan jejaring sosial yang lebih progress dan profesional, karena itu jejaring sosial kiber mengambil langkah yang berbeda.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan kami segenap team kiber (www.kitaberbagi.com) mengucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah bergabung dengan jejaring sosial kiber dan kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi seluruh pendukung keberadaan Jejaring sosial kiber .