Sunday, 11 July 2010

PENCERAHAN

Oleh: Khoirul Taqwim

Kata seorang yang mengaku Humanis Aku pilih murtad atau tidak sama sekali tidak penting, asal mereka bisa saling mengasihi pada sesamanya sudah lebih dari cukup tanpa melihat sara. Inilah bentuk pertarungan antara orang yang mempunyai paham kemanusiaan ekstrim dengan paham religius, dalam paham kemanusiaan cenderung menekankan saling menguntungkan, walaupun itu jauh dari pandangan etika setempat (yang penting tdk ada yg dirugikan), sedangkan dalam agama ada kasih mengasihi, tetapi disitu juga ada kerangka yang saling mengatur satu sama lain, agar tidak timbul pelanggaran etika, jadi apabila ada penyerangan atau merasa diserang, maka wajib untuk bertindak dan mengambil langkah (kekerasan sekalipun), tetapi kita tidak boleh mengambil tindakan semena-mena tanpa melihat apa yang terjadi sebenarnya, sebab harus ada jalan penyeimbang dalam melakukan suatu gerakan.

Bahkan ada yang mengatakan orang murtad belum tentu karena tertekan oleh aturan religi, tetapi lebih kepada karena mereka menemukan kenyataan apa yang diajarkan dalam religi tidak sesuai dengan hati nurani dan akal sehat mereka. itu merupakan pernyataan yang bersifat subyektif dari seorang yang tak menemukan suatu pencerahan dalam religi, tetapi bagi orang yang dapat menikmati eksistensi religi sudah dpt dipastikan pernyataan itu keliru, seperti kita minum coca-cola, dari mana asalnya, jika itu membuat diri bahagia kenapa tidak di minum, walaupun tidak tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam minuman coca-cola tersebut.

Sesuatu yang ekstrim apapun itu bentuknya, jika dipaksakan akan menyebabkan kerancuan yang ada dari keadaan tersebut, untuk itu perlu suatu penjernihan tentang apa yang sebenarnya terjadi, agar dapat menemuakan hakikat keadaan yang tepat, tidak bersfat emosional sesaat.

Dari tulisan ringkas di atas kita dapat berusaha menemukan suatu pencerahan dalam menempatkan suatu kondisi, agar dalam mengimplementasikan tidak keliru ditengah-tengah langkah nafas kita.

PENCERAHAN

Oleh: Khoirul Taqwim

Kata seorang yang mengaku Humanis Aku pilih murtad atau tidak sama sekali tidak penting, asal mereka bisa saling mengasihi pada sesamanya sudah lebih dari cukup tanpa melihat sara. Inilah bentuk pertarungan antara orang yang mempunyai paham kemanusiaan ekstrim dengan paham religius, dalam paham kemanusiaan cenderung menekankan saling menguntungkan, walaupun itu jauh dari pandangan etika setempat (yang penting tdk ada yg dirugikan), sedangkan dalam agama ada kasih mengasihi, tetapi disitu juga ada kerangka yang saling mengatur satu sama lain, agar tidak timbul pelanggaran etika, jadi apabila ada penyerangan atau merasa diserang, maka wajib untuk bertindak dan mengambil langkah (kekerasan sekalipun), tetapi kita tidak boleh mengambil tindakan semena-mena tanpa melihat apa yang terjadi sebenarnya, sebab harus ada jalan penyeimbang dalam melakukan suatu gerakan.

Bahkan ada yang mengatakan orang murtad belum tentu karena tertekan oleh aturan religi, tetapi lebih kepada karena mereka menemukan kenyataan apa yang diajarkan dalam religi tidak sesuai dengan hati nurani dan akal sehat mereka. itu merupakan pernyataan yang bersifat subyektif dari seorang yang tak menemukan suatu pencerahan dalam religi, tetapi bagi orang yang dapat menikmati eksistensi religi sudah dpt dipastikan pernyataan itu keliru, seperti kita minum coca-cola, dari mana asalnya, jika itu membuat diri bahagia kenapa tidak di minum, walaupun tidak tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam minuman coca-cola tersebut.

Sesuatu yang ekstrim apapun itu bentuknya, jika dipaksakan akan menyebabkan kerancuan yang ada dari keadaan tersebut, untuk itu perlu suatu penjernihan tentang apa yang sebenarnya terjadi, agar dapat menemuakan hakikat keadaan yang tepat, tidak bersfat emosional sesaat.

Dari tulisan ringkas di atas kita dapat berusaha menemukan suatu pencerahan dalam menempatkan suatu kondisi, agar dalam mengimplementasikan tidak keliru ditengah-tengah langkah nafas kita.

Saturday, 10 July 2010

FOTOMU ADALAH TAUBATKU





Oleh: Khoirul Taqwim

Sudah lama aku tak percaya atas-MU
Sejenakpun aku tak yaqin tentang-MU
Tak kusangka ada mukjizat dari mereka yang merasa kulihat
Ya!..aku melihat foto profil terpampang di facebook
Jiwaku tersentak penuh aura pencerahan
Dalam hatiku menyebut dengan suara lirih
Bahwa Tuhan benar-benar ada
Dengan kesempurnaan yang tercipta
Lama mukaku tak kubasuh air wudhu
Malam gelap ini juga
Segera kubersujud dihadapmu
Sebagai bukti bahwa engkau sang maha pencipta

Bila ada sahabatku yang tak percaya lagi atas ke-agungan-MU
Akan kuperlihatkan ciptaan-MU yang maha Indah
Agar dia percaya dan mengimani kebenaran-MU
Dengan melihatmu langit maupun planet melaju dalam alur yang harmonis
Dengan melihatmu angin masih menyapa tetumbuhan dan rerumputan
Dengan meihatmu mentari masih menerpa hangat tubuhku
Dengan melihatmu cahaya iman hadir dalam jiwaku yang lama beku

Ya Tuhan
Kupanjatkan do'a untuknya
Semoga dia yang kulihat mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya wajah nan ayu
Sertakan Nasab yang Indah selalu jadi keturunannya
Agar dia jadi penerang bagi orang yang tak percaya atas-MU
Hamba bersyukur atas nikmat-MU
Dengan melihat ciptaan-MU yang Maha indah

Ya Tuhan
Engkau telah mencipta dia
Engkau telah mempertemukan aku dengan fotonya
Puji syukur kupanjatkan
Hanya kepada engkaulah kusandarkan muara cinta yang Hakiki

FOTOMU ADALAH TAUBATKU





Oleh: Khoirul Taqwim

Sudah lama aku tak percaya atas-MU
Sejenakpun aku tak yaqin tentang-MU
Tak kusangka ada mukjizat dari mereka yang merasa kulihat
Ya!..aku melihat foto profil terpampang di facebook
Jiwaku tersentak penuh aura pencerahan
Dalam hatiku menyebut dengan suara lirih
Bahwa Tuhan benar-benar ada
Dengan kesempurnaan yang tercipta
Lama mukaku tak kubasuh air wudhu
Malam gelap ini juga
Segera kubersujud dihadapmu
Sebagai bukti bahwa engkau sang maha pencipta

Bila ada sahabatku yang tak percaya lagi atas ke-agungan-MU
Akan kuperlihatkan ciptaan-MU yang maha Indah
Agar dia percaya dan mengimani kebenaran-MU
Dengan melihatmu langit maupun planet melaju dalam alur yang harmonis
Dengan melihatmu angin masih menyapa tetumbuhan dan rerumputan
Dengan meihatmu mentari masih menerpa hangat tubuhku
Dengan melihatmu cahaya iman hadir dalam jiwaku yang lama beku

Ya Tuhan
Kupanjatkan do'a untuknya
Semoga dia yang kulihat mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya wajah nan ayu
Sertakan Nasab yang Indah selalu jadi keturunannya
Agar dia jadi penerang bagi orang yang tak percaya atas-MU
Hamba bersyukur atas nikmat-MU
Dengan melihat ciptaan-MU yang Maha indah

Ya Tuhan
Engkau telah mencipta dia
Engkau telah mempertemukan aku dengan fotonya
Puji syukur kupanjatkan
Hanya kepada engkaulah kusandarkan muara cinta yang Hakiki

Thursday, 8 July 2010

REVOLUSI BUDAYA



by: Khoirul Taqwim

Sebelum lebih jauh berbicara tentang revolusi, terlebih dahulu memberikan gambaran menurut sztompka bahwa revolusi merupakan puncak dari perubahan sosial. Revolusi adalah sebuah proses pembentukan ulang masyarakat sehingga menyerupai proses kelahiran kembali. Perubahan yang terjadi melalui revolusi mempunyai cakupan yang luas dan menyentuh semua tingkat dan dimensi masyarakat. Perubahan akibat revolusi bersifat radikal, fundamental dan menyentuh langsung pada inti dan fungsi dari struktur sosial. Proses perubahan tersebut hanya memerlukan waktu yang cepat, sesuatu yang bertolak belakang dengan konsep evolusi pada perubahan sosial.

Revolusi mempunyai dua wajah yang saling bertolak belakang. Wajah pertama menggambarkan revolusi sebagai sebuah mitos, sedangkan wajah kedua memberikan gambaran revolusi sebagai sebuah konsep dan bahkan teori dalam ilmu sosiologi. Kedua wajah ini mempunyai kesaling terkaitan bahkan dialektika diantara keduanya menjadi suatu bentuk kewajaran.

Mendengar dan memahami tentang Revolusi budaya membuat hati bergetar antara perubahan dan kekerasan, sebab tidak dipungkiri bahwa revolusi dengan anarkis selalu beda tipis dalam sejarah, Seperti yang terjadi di Republik Rakyat Cina antara tahun 1966 dan 1976. Revolusi ini digerakkan oleh Mao Zedong sebagai puncak perseteruannya dengan pejabat Presiden Liu Shaoqi dan klik-nya yang dituduh beraliran kanan, mendukung intelektualisme dan kapitalisme. Revolusi ini ditandai dengan dibentuknya Pengawal Merah, sebuah unit paramiliter yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa yang mendukung Mao dan ajaran-ajarannya.

Selanjutnya yang terjadi dari revolusi cina adalah kehilangan kontrol atas kekisruhan yang disebabkan oleh Revolusi Kebudayaan itu. Para birokrat di daerah-daerah yang merasa terancam membalas dengan mengerahkan "Garda-Garda Merah" sendiri, sampai kelompok-kelompok pelajar saling berhantaman dimana-mana, dan kelas penguasa semakin khawatir bahwa sebuah perang sipil bisa meletus. Lebih parah lagi, kelas buruh mulai bergerak secara indepen dengan sebuah gelombang aksi mogok.

Kaum penguasa meresponnya dengan represi kejam. Pemuda-pemudi dibuang ke daerah-daerah terpencil dalam jumlah besar untuk menghancurkan Garda Merah. Ratusan ribu rakyat dibantai di propinsi Guangxi dan beberapa tempat lainnya. Represi itu terjadi atas perintah Mao sendiri, tetapi tahap terakhir Revolusi Kebudayaan ini juga merupakan kekalahan besar buat Mao dan para Maois.

Setelah Mao meninggal, para pendukungnya ditangkap dan dihukum. Dan kebijakan ekonomi pemerintah makin lama makin membuka jalan untuk mekanisme pasar, sehingga Cina mulai menempuh "jalan kapitalis" yang selalu dikhawatirkan Mao. Sekali lagi ekonomi pulih kembali; tetapi sekali lagi jurang pemisah antara si miskin dan si kaya menjadi semakin besar. Unsur-unsur sosial yang sama tetap menjadi kelas penguasa, terutama para pejabat partai, negara dan industri. Kelas buruh dan kelas petani terus menjadi kelas tertindas. Sebenarnya, kebijakan pro-pasar ini tidak berarti sebuah peralihan ke kapitalisme. Kapitalisme sudah ada di Cina dari dulu, dalam bentuk kapitalisme negara.

Dalam sebuah gerakan revolusi ada yang memulai sebuah perlawanan, biasanya yang harus mengawali adalah mereka yang selama ini hidup di sentra, kantong, dan para pemegang kendali pemerintah, ditingkat jajaran struktural maupun fungsional, dari situlah gerakan revolusi akan terjadi secara nyata dan akan mendapat dukungan dari masyarakat secara luas, ketika revolusi itu benar-benar mengarah menuju rekonstruksi masyarakat di segala bidang.

Dengan adanya revolusi berarti menginginkan suatu perubahan dalam cakupan terluas, menyentuh semua tingkat dimensi masyarakat, seperti: ekonomi, budaya, politik, organisasi social, kehidupan sehari-hari masyarakat, dan perubahan kepribadian manusia, agar lebih baik dari keadaan sebelumnya